Sri Sultan Hamengku Buwono X Kunjungi Petilasan Pangeran Mangkubumi di Sragen: Lestarikan Sejarah Tanpa Menjauhkan Masyarakat

- Penulis

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
SRAGEN, 10 Juli 2026 – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, melakukan kunjungan kerja khusus ke Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, pada Kamis (9/7/2026). Dalam agenda ini, beliau meninjau empat lokasi petilasan bersejarah peninggalan Pangeran Mangkubumi.

Kunjungan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama pelaksanaan agenda Muhibah Budaya Yogyakarta yang diselenggarakan di luar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pesan Penting Pelestarian Situs Sejarah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan pemerintah daerah setempat dan pengelola situs, Sri Sultan menyampaikan pesan mendalam mengenai cara merawat warisan leluhur. Beliau menegaskan bahwa penataan maupun renovasi memang diperlukan demi menjaga nilai sejarah, namun harus dilakukan dengan cermat dan tidak memutus hubungan masyarakat dengan situs tersebut.

“Penataan memang penting, tapi jangan sampai menjauhkan situs dari warga yang selama ini hidup berdampingan dan ikut menjaganya. Kalau dipagari tembok tinggi sehingga masyarakat tidak bisa masuk, hal-hal seperti itu jangan dilakukan,” ujar Sri Sultan saat meninjau Sendang Sumberan.

Baca Juga:  Jembatan Landau Badai Tak Kunjung Rampung, Warga Desak Pemerintah dan Legislator Segera Bertindak

Empat Lokasi Bersejarah yang Dikunjungi

Dalam kunjungan seharian tersebut, Sri Sultan meninjau empat situs penting jejak Pangeran Mangkubumi:

1. Pendopo Petilasan Mangkubumi di Desa Pandak: Tempat pertama kali disinggahi Pangeran Mangkubumi saat tiba di tanah Sukowati (kini Sragen).
2. Gua Mangkubumi di Desa Gebang, Kecamatan Masaran: Dikenal sebagai tempat persembunyian sekaligus markas gerilya Pangeran Mangkubumi saat menghindari kejaran pasukan VOC.
3. Petilasan Sentono di Desa Katelan, Kecamatan Tangen.
4. Sendang Sumberan di Desa Japoh, Kecamatan Jenar.

Di Sendang Sumberan, Sri Sultan sempat membasuh tangan dengan air dari mata air setempat. Lokasi ini memiliki keunikan berupa tujuh mata air yang jernih dan tak pernah kering, yaitu Sendang Putri, Sendang Kahuripan, dua Sendang Padusan, dua Sendang Kembar, dan Sendang Kakung.

Pemerintah Kabupaten Sragen berkomitmen mengikuti arahan Sri Sultan, sehingga nilai sejarah situs tetap terjaga dan tetap menjadi bagian kehidupan masyarakat luas.

 

Laporan: Mulyoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadup Banjir Belum Cair, Emak-emak Datangi Kantor Bupati Aceh Singkil
Pernyataan Plt Kadinsos Aceh Singkil Soal Jadup Dinilai Blunder, Bupati Diminta Segera Copot
Prabowo Perkuat Perlindungan Ekonomi Rakyat, Dari Rekening Bank hingga Antisipasi El Nino
Abu Vulkanik Ancam Kesehatan Warga, Koramil 412-07/ABB Gerak Cepat Bagikan Masker di Pasar Bunglai
Kebakaran Lahan dan Hutan Pinus di Tajur Kandangserang, Polisi dan Warga Bergerak Cepat
Pemilihan BPD Desa Mendala Berlangsung Aman dan Demokratis, Lima Calon Terpilih
Desa Sepang Gelar Musyawarah Perubahan APBK-P TA 2026, Prioritaskan Kebutuhan Sesuai Aturan
kawasan Selat Sunda berdampak langsung pada operasional
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:17 WIB

Jadup Banjir Belum Cair, Emak-emak Datangi Kantor Bupati Aceh Singkil

Selasa, 8 September 2026 - 11:48 WIB

Pernyataan Plt Kadinsos Aceh Singkil Soal Jadup Dinilai Blunder, Bupati Diminta Segera Copot

Selasa, 8 September 2026 - 09:16 WIB

Prabowo Perkuat Perlindungan Ekonomi Rakyat, Dari Rekening Bank hingga Antisipasi El Nino

Selasa, 8 September 2026 - 09:09 WIB

Abu Vulkanik Ancam Kesehatan Warga, Koramil 412-07/ABB Gerak Cepat Bagikan Masker di Pasar Bunglai

Selasa, 8 September 2026 - 08:24 WIB

Kebakaran Lahan dan Hutan Pinus di Tajur Kandangserang, Polisi dan Warga Bergerak Cepat

Berita Terbaru