Jakarta – KOMPAS1.id || Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pemerintah memperkuat perlindungan ekonomi masyarakat di tengah ancaman berbagai tekanan, mulai dari potensi El Nino, erupsi gunung berapi, hingga kebutuhan memperluas akses keuangan.
Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026). Rapat membahas sejumlah langkah strategis untuk menjaga daya tahan masyarakat sekaligus memastikan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan.
Salah satu perhatian utama pemerintah adalah memperluas inklusi keuangan. Berdasarkan survei OJK dan BPS, tingkat inklusi keuangan masyarakat saat ini telah mencapai 93,62 persen, sedangkan tingkat literasi keuangan berada di angka 63,57 persen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Prabowo mengarahkan agar masyarakat Indonesia memiliki akses langsung terhadap layanan perbankan. Pemerintah menyiapkan pembukaan rekening melalui BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan memanfaatkan data kependudukan Dukcapil yang akan dipadankan dengan sistem pembayaran Bank Indonesia.
Selain membuka akses rekening, pemerintah juga akan memperkuat penggunaan QRIS sebagai gateway sistem pembayaran. Langkah ini diharapkan tidak hanya memperluas transaksi digital, tetapi juga mendorong masyarakat semakin mengenal dan menggunakan layanan keuangan formal.
Di sektor ketahanan pangan, pemerintah mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi El Nino. Bantuan pangan berupa beras yang telah disalurkan hingga September dipastikan berlanjut pada Oktober, November, dan Desember sesuai arahan Presiden.
Pada saat bersamaan, pemerintah meningkatkan pemantauan terhadap dampak erupsi sejumlah gunung berapi. Perhatian diarahkan pada keselamatan masyarakat, kelancaran aktivitas ekonomi, distribusi logistik, hingga potensi gangguan terhadap penerbangan di wilayah terdampak.
Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan fokus pemerintah untuk menjaga masyarakat dari tekanan ekonomi dan bencana secara bersamaan. Penguatan akses keuangan, ketahanan pangan, serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.(*)












