KAPUAS HULU – KOMPAS1.ID || Warga Desa Landau Badai, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, kembali menyuarakan kekecewaan terhadap lambannya penyelesaian pembangunan jembatan yang hingga kini belum juga rampung.
Padahal, jembatan tersebut merupakan akses utama yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga transportasi sehari-hari.
Belum selesainya pembangunan jembatan memaksa warga menggunakan jalur alternatif yang kondisinya jauh dari layak. Saat musim hujan, ruas jalan tersebut berubah menjadi kubangan lumpur dan genangan air yang menyulitkan serta membahayakan pengguna jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi tersebut bahkan telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Berdasarkan dokumentasi di lapangan, sebuah kendaraan roda empat sempat terendam hingga mencapai bagian kabin akibat tingginya genangan air di jalur pengganti.
Akibat kejadian itu, pemilik kendaraan harus menanggung biaya perbaikan yang tidak sedikit karena kerusakan pada mesin, sistem kelistrikan, dan sejumlah komponen lainnya.
Warga menilai pemerintah dan para wakil rakyat, baik di tingkat Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, maupun DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Barat, perlu memberikan perhatian yang lebih serius terhadap persoalan yang telah lama dikeluhkan masyarakat tersebut.
“Kami berharap pemerintah dan wakil rakyat tidak hanya hadir saat masa kampanye, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi nyata. Infrastruktur yang layak adalah hak masyarakat yang harus diperjuangkan,” ujar salah seorang warga.
Masyarakat juga mempertanyakan lambannya penyelesaian proyek jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas warga. Mereka meminta adanya keterbukaan informasi terkait progres pembangunan, kendala yang dihadapi, serta kepastian waktu penyelesaian proyek agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan.
Selain menghambat mobilitas, mangkraknya pembangunan jembatan turut berdampak pada perekonomian masyarakat. Distribusi hasil pertanian, aktivitas perdagangan, dan berbagai usaha warga menjadi terganggu akibat sulitnya akses transportasi menuju dan keluar desa.
Atas kondisi tersebut, warga Desa Landau Badai mendesak Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, serta instansi terkait untuk segera turun langsung ke lapangan dan mengambil langkah konkret guna mempercepat penyelesaian pembangunan jembatan.
Masyarakat berharap persoalan ini tidak terus berlarut-larut dan menjadi beban bagi warga. Mereka juga meminta para wakil rakyat yang telah memperoleh mandat dari masyarakat untuk benar-benar memperjuangkan aspirasi daerah, terutama terkait pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat pedesaan.
Reporter: Deddy
Media: Kompas1ID
Silat Hulu, Kapuas Hulu – Kalimantan Barat














