Kotabumi,– KOMPAS1.id || Pemerintah Kabupaten Lampung Utara memperkuat komitmennya mendorong pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan akuntabel. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Pemkab Lampung Utara dalam kegiatan Baznas Strategic Development yang digelar di Hotel Emersia, Bandarlampung, 17–19 September 2026.
Mewakili Bupati Lampung Utara, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, Sumber Daya Manusia, dan Pelayanan Umum, Drs. Nozi Efialis, M.Si., hadir dalam forum strategis yang mempertemukan jajaran pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. Agenda itu juga dihadiri Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, bersama jajaran pimpinan Baznas dari berbagai daerah di Provinsi Lampung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Forum Baznas Strategic Development menjadi ruang untuk memperkuat sinergi sekaligus menyusun langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah.
Bagi pemerintah daerah, zakat tidak hanya berkaitan dengan kewajiban keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai instrumen sosial dan ekonomi masyarakat.
Pemkab Lampung Utara menilai pengelolaan zakat yang dilakukan secara profesional dan tepat sasaran dapat memberikan kontribusi terhadap upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, penguatan kelembagaan, transparansi pengelolaan, serta akuntabilitas dalam penyaluran menjadi bagian penting yang perlu terus didorong.
Melalui kegiatan tersebut, Baznas diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi dalam penghimpunan maupun pendistribusian zakat, infak, dan sedekah.
Pengelolaan yang semakin modern dan terbuka juga diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.
Kehadiran Pemkab Lampung Utara dalam forum tersebut menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi dengan Baznas dalam mengoptimalkan potensi zakat untuk kepentingan masyarakat.
Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat program pemberdayaan ekonomi sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Lampung Utara.
Editor wep / Kompas1.id










