Kompas1.id
SEMARANG — Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara seluruh operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi, Kota Semarang. Keputusan ini diambil menyusul terjadinya dugaan keracunan makanan yang menimpa sebanyak 707 siswa beserta tenaga pendidik di SMKN 6 Semarang.
Sebagian besar korban mengeluhkan gejala serupa tak lama setelah menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), antara lain rasa mual, muntah, diare, hingga badan terasa lemas. Hingga saat ini, kondisi mayoritas siswa dan guru dilaporkan mulai membaik dan berangsur pulih.
Keputusan penangguhan operasional ditegaskan BGN sebagai langkah utama mengutamakan keselamatan serta keamanan seluruh penerima manfaat program. “Kita tidak akan membuka kembali operasional dapur ini sampai seluruh hasil pemeriksaan tuntas dan dinyatakan aman sepenuhnya,” ujar pihak BGN.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tim gabungan yang terdiri dari unsur BGN, Dinas Kesehatan, Kepolisian, hingga TNI kini tengah melakukan penyelidikan menyeluruh ke seluruh alur proses. Penelusuran dimulai dari tahap penerimaan bahan baku, tata cara pengolahan, kebersihan tempat kerja, penyimpanan, hingga mekanisme pendistribusian makanan ke lokasi.
Pihak pengelola dapur sebelumnya mengklaim telah menerapkan prosedur penyimpanan sesuai standar dan seluruh menu sempat diperiksa ahli gizi sebelum dikirimkan. Meski demikian, penyebab pasti yang memicu kejadian ini masih menunggu hasil laboratorium dan kesimpulan investigasi gabungan.
Menurut kalian, apakah pengawasan Program MBG harus diperketat dengan pemeriksaan rutin di setiap dapur penyedia layanan?
MULYOKO














