Kompas1.id
Bandung 30 Juli 2026 – Lebih dari sekadar deru mesin yang memecah keheningan jalan, Mandatory Run Lendeng Bikers Indonesia ke Pangandaran pada 25-27 Juli 2026 menyisakan getaran yang jauh lebih halus dan mendalam di dalam dada. Di balik jaket kulit dan helm penutup wajah, tersimpan sebuah keyakinan sederhana: bahwa perjalanan sejati bukanlah tentang seberapa cepat kita sampai, namun seberapa banyak kebaikan yang bisa kita tinggalkan sepanjang jalan.
Di bawah langit biru yang membentang di atas aspal Pangandaran, rombongan kami melaju. Bukan kecepatan yang kami cari, melainkan momen-momen penuh makna.
Sepanjang perjalanan, kami tak hanya memandang ke depan, tapi juga menoleh ke samping, melihat wajah-wajah yang penuh harap di sepanjang jalan yang kami lalui.
Sebuah momen yang tak terlupakan tertangkap kamera di salah satu pemberhentian. Di pinggir jalan, seorang ibu tua dengan jilbab biru dan tas keranjang bambu, yang sehari-harinya berjuang menjajakan dagangannya, tampak menyambut uluran tangan dari seorang anggota Lendeng Bikers.
Tanpa banyak kata, sebuah bungkusan sedekah berpindah tangan. Itu bukanlah tentang nilai materinya, namun sebuah simbol kasih sayang dan kepedulian yang tulus. Dalam binar mata sang ibu yang menerimanya, kami melihat sebuah rasa syukur yang mendalam, yang tak bisa dinilai dengan apa pun.
Bagi Lendeng Bikers Indonesia, momen-momen seperti inilah yang menjadi bensin sesungguhnya bagi perjalanan kami. Bahwa di balik gaya hidup “bikers” yang kental dengan kesan tangguh, mengalir darah kepedulian yang hangat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami menyadari bahwa tidak semua orang beruntung memiliki kehidupan yang mapan,” ujar Bro Rendy Captain Lendeng Bikers Indonesia “Kegiatan ‘Touring Berbagi’ ini adalah upaya kecil kami untuk menularkan kebahagiaan dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita di sepanjang rute yang kami lalui. Ini adalah tentang kerendahan hati dan kesadaran bahwa kita semua adalah sama.”
Dengan kerendahan hati, Lendeng Bikers Indonesia ingin menunjukkan bahwa komunitas motor tak hanya sekadar berkumpul dan bersenang-senang, namun juga bisa menjadi agen perubahan positif bagi masyarakat di sekitar mereka. Kehadiran mereka di jalan bukan untuk pamer kekuatan atau kesombongan, namun untuk menebar jejak-jejak kasih sayang yang akan terus dikenang.
Semoga jejak kasih yang ditinggalkan di aspal perjalan ke Pangandaran ini dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi dan peduli terhadap sesama. Karena pada akhirnya, perjalanan hidup ini akan lebih bermakna jika kita bisa melangkah bersama, saling dukung, dan saling mengasihi.
Let’s keep rolling, and keep sharing!#LendengBikersIndonesia#salamsatuaspal#mandatoryRun#indahnyaberbagi#pedulisesama Bob Hariawan. Kabiro Kota Bandung














