Ramadan: Saat Waktu Mengalir Lebih Tenang dan Bermakna

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.id || Waktu sering terasa seperti arus sungai yang deras—mengalir tanpa jeda, tanpa kesempatan untuk sekadar berhenti dan bernapas. Pekerjaan yang menumpuk, urusan rumah tangga, serta berbagai aktivitas harian membuat hari berlalu begitu cepat. Terkadang kita bahkan tak menyadari bahwa matahari telah tenggelam di ufuk barat. Waktu seolah menjadi sesuatu yang harus terus dikejar, dimanfaatkan seoptimal mungkin, tanpa ruang untuk beristirahat sejenak.

Namun, ketika bulan suci Ramadan tiba dengan segala keberkahannya, suasana itu berubah. Sejak dini hari saat bangun untuk sahur bersama keluarga, ada rasa yang berbeda. Waktu yang biasanya terasa tergesa-gesa kini hadir dengan lebih tenang. Setiap suapan sahur menjadi lebih bermakna, karena kita menyadari bahwa setelahnya akan menjalani hari penuh puasa dan ibadah.

Di siang hari, ketika menahan lapar dan dahaga, waktu seakan melambat dengan sendirinya. Dalam kesabaran dan ketenangan, setiap detik terasa lebih bernilai. Waktu luang yang dahulu mungkin terisi oleh hal-hal yang kurang bermanfaat, kini diisi dengan zikir, membaca Al-Qur’an, atau merenungkan makna hidup. Keheningan tidak lagi terasa hampa, melainkan menjadi ruang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Menjelang berbuka puasa, suasana hati dipenuhi harap dan syukur. Rasa rindu akan makanan dan minuman berpadu dengan kebahagiaan menanti azan Maghrib. Detik-detik penantian yang biasanya terasa membosankan kini berubah menjadi momen istimewa untuk berdoa dan memohon ampunan. Setiap waktu tunggu terasa sarat makna.

Selepas berbuka, kehangatan semakin terasa. Keluarga berkumpul, berbagi cerita, dan menikmati kebersamaan. Masjid-masjid kembali ramai dengan salat tarawih dan lantunan ayat suci. Malam Ramadan seolah lebih panjang dan lebih hidup. Waktu yang biasanya dihabiskan untuk beristirahat lebih awal kini menjadi kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah.

Pada akhirnya, waktu di bulan Ramadan sebenarnya tidak benar-benar melambat. Kitalah yang belajar memaknainya dengan cara berbeda. Kita tidak lagi sekadar mengejar waktu, melainkan menikmati dan mengisinya dengan kesadaran serta keikhlasan. Itulah salah satu keajaiban Ramadan—mengajarkan kita bahwa hidup akan terasa lebih bermakna ketika setiap detik dijalani dengan iman dan rasa syukur.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terekam CCTV, Pencuri Sepeda Motor di Ogan Ilir Diringkus Tim Rajawali Polsek Tanjung Raja
Desa Ciledug Fokus Pengawasan Pilkades, Baliho Masih Terpasang Jadi Sorotan
12.261 Personel Dikerahkan Kawal Pilkades Bekasi, 9 TPS Masuk Kategori Sangat Rawan
Wadir Binmas Polda Metro Jaya Beri Arahan Personel Pam TPS Pilkades Setu
Polisi Amankan Terduga Penjual Obat Keras Tertentu di Malangbong, Ratusan Butir Obat Disita
BERHASIL DIGAGALKAN! Pemuda Hendak Lompat dari Jembatan Sungai Cimanuk Garut, Petugas Lakukan Pendekatan Humanis
Tipu Korban Hingga Rp700 Juta Modus Bisnis Tambak Ikan, Diduga Pelaku Diamankan Satreskrim Polres Way Kanan
Wujudkan Pelayanan Publik Berbasis HAM, Pemangku Kebijakan Pekon Tunggul Pawenang Ikuti Penguatan Kapasitas
Berita ini 137 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 15:07 WIB

Terekam CCTV, Pencuri Sepeda Motor di Ogan Ilir Diringkus Tim Rajawali Polsek Tanjung Raja

Sabtu, 19 September 2026 - 13:25 WIB

Desa Ciledug Fokus Pengawasan Pilkades, Baliho Masih Terpasang Jadi Sorotan

Sabtu, 19 September 2026 - 10:03 WIB

Wadir Binmas Polda Metro Jaya Beri Arahan Personel Pam TPS Pilkades Setu

Sabtu, 19 September 2026 - 08:29 WIB

Polisi Amankan Terduga Penjual Obat Keras Tertentu di Malangbong, Ratusan Butir Obat Disita

Sabtu, 19 September 2026 - 08:25 WIB

BERHASIL DIGAGALKAN! Pemuda Hendak Lompat dari Jembatan Sungai Cimanuk Garut, Petugas Lakukan Pendekatan Humanis

Berita Terbaru

Uncategorized

Mantan Gubernur Jawa Barat Danny Setiawan Tutup Usia di Usia 81 Tahun

Sabtu, 19 Sep 2026 - 11:30 WIB