KOMPAS1.ID
BEKASI — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Bekasi, aparat keamanan menegaskan kesiapan pengamanan. Sebanyak sembilan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dipetakan masuk dalam kategori sangat rawan, yang tersebar di dua kecamatan: 3 TPS di Tambun Selatan dan 6 TPS di Cikarang Utara.
Keterangan tersebut disampaikan Andi, perwakilan kepolisian yang menangani pengamanan Pilkades. Ia menjelaskan penentuan tingkat kerawanan tidak dilakukan sembarangan, melainkan berdasarkan evaluasi menyeluruh.
“Kalau pengalaman sebelumnya pernah terjadi gesekan, kemudian lokasinya sangat berdekatan dengan salah satu pasangan calon, pasti kita anggap itu rawan,” ujar Andi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor lain yang menjadi pertimbangan meliputi dinamika sosial masyarakat, kepadatan pemilih, serta potensi ketegangan antarpendukung.
Pola Pengamanan Berbeda Sesuai Tingkat Risiko
Kepolisian menerapkan penempatan personel yang disesuaikan dengan tingkat kerawanannya:
– TPS kategori sangat rawan/rawan: Dijaga ketat oleh 10 personel Polri + 8 anggota Linmas per TPS
– TPS kategori aman: Diawasi oleh 5 personel Polri + 8 anggota Linmas untuk setiap 4 TPS
Seluruh personel telah diterjunkan sejak satu hari sebelum pencoblosan (H-1). Selain menjaga lokasi, mereka juga diperintahkan untuk mempererat silaturahmi dan berkoordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para ketua RT/RW guna memantau perkembangan situasi hingga proses pendistribusian kotak suara selesai.
Pantauan Lapangan: Kondisi Umum Masih Kondusif
Hingga pemantauan terbaru, suasana menjelang hari pencoblosan dinilai masih aman dan terkendali. Namun, kepolisian tetap waspada terhadap potensi gesekan yang muncul dari pihak yang belum lolos seleksi calon kepala desa.
“Dari situasi pemantauan di lapangan hari ini masih kondusif. Hanya sedikit terkait masalah ketidakterimaan mereka yang tidak lolos, kemudian gesekan-gesekan sesuai dengan peta intelijen,” ungkap Andi.
Fokus pengawasan juga akan ditingkatkan pada tahap penghitungan suara serta respons pendukung terhadap hasil pemilihan, mengingat tahap ini kerap menjadi momen rentan terjadinya ketegangan.
Secara keseluruhan, sebanyak 12.261 personel gabungan dari kepolisian, TNI, dan unsur masyarakat telah disiapkan untuk memastikan pesta demokrasi di 230 desa di Kabupaten Bekasi berjalan lancar, aman, dan damai.
Hasbunah R .SE












