Ketua KONI Resmi Buka Kejuaraan Yosilat, Dorong Lahirnya Bibit Atlet Pencak Silat Berprestasi

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Yosilat National Campionship Event Organizer menggelar kegiatan pencak silat sebagai bagian dari upaya membentuk karakter generasi muda sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi sarana pendidikan mental, kedisiplinan, tanggung jawab, dan pembentukan kepribadian.

Kejuaraan Yosilat National Campionship dibuka langsung, Ketua KONI Kabupaten Bandung, H. Yana Suryana, S.Pd.I, bertempat di Hall Gedung Indoor Si Jalak Harupat. Kutawaringin, Sabtu ( 8/8/26 ).
Kejuaraan Yosilat , diikuti 98 Kontingen Kab / Kota se Indonesai , 1695 pesilat hadir dengan katagori :
usia prestasi : usia II putra/i 81 pesilat, praremaja putra/i 181 pesilat, Remaja Putra/i 132 pesilat, Dewasa putra/i 56 pesilat.
Usia pemula : pra usia dini 19 pesilat putra/i, Usia dini I 138 pesilat putra/i, usia dini II 383 pesilat putra/i,
pra remaja 450 pesilat putra/i , remaja 223 pesilat putra/i , dan dewasa 32 pesilat putra/i.

Ketua KONI Kabupaten Bandung, H. Yana Suryana, S.Pd.I atau biasa dipanggil Ustad Persib memaparkan bahwa pencasilat merupakan warisan budaya Indonesia yang mengandung nilai-nilai filosofi, etika, keberanian, kesabaran, serta sikap menghormati sesama.
” Pesilat diajarkan untuk mengendalikan diri, menjaga sikap, mematuhi aturan, dan menggunakan kemampuan bela diri secara bijaksana. ” Ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan dengan silat dapat membentuk generasi muda yang tangguh secara fisik dan kuat secara mental. Setiap gerakan dan tahapan latihan mengajarkan arti ketekunan, kerja keras, konsistensi, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Pencak silat bukan hanya tentang kemampuan bertanding atau membela diri, tetapi juga tentang pembentukan akhlak, mental, dan karakter. Seorang pesilat harus memiliki keberanian, tetapi tetap rendah hati; memiliki kekuatan, tetapi tidak menyalahgunakannya,” tegasnya.

Baca Juga:  Disdukcapil Kabupaten Bandung Gelar Pencatatan Pernikahan Gratis Bagi Warga Non Muslim

Kegiatan pencak silat yang digelar Yosilat juga menjadi sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya dan jati diri bangsa. Di tengah perkembangan zaman dan pengaruh budaya global, generasi muda perlu memiliki akar budaya yang kuat agar mampu menjaga identitas nasional.

Melalui pencak silat, peserta dikenalkan pada nilai persaudaraan, gotong royong, penghormatan kepada guru, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Nilai-nilai tersebut merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat dan menjadi landasan dalam membangun persatuan.

Selain itu, dengan mengikuti pencak silat dapat memperkuat rasa percaya diri dan kemampuan bekerja sama. Para peserta tidak hanya berlatih secara individu, tetapi juga belajar menghargai teman, mengikuti arahan pelatih, dan membangun semangat kebersamaan.

Yana Suryana berharap melalui kejuaraan ini, dapat menjadi wadah pembinaan yang positif bagi anak-anak dan remaja. Dengan mengikuti latihan secara rutin, generasi muda dapat mengisi waktu luang dengan aktivitas yang sehat, produktif, dan bermanfaat.

” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mencari dan menjaring bibit-bibit atlet pencak silat yang memiliki bakat, potensi, disiplin, serta semangat juang, Ungkap Yana dalam sambutannya.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembinaan, pemersatu, dan peningkatan kualitas atlet menuju tingkat yang lebih tinggi. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, kompetisi yang sehat, serta dukungan seluruh pihak, pencak silat diharapkan mampu semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional dan pada akhirnya dapat tampil sebagai salah satu cabang olahraga dalam ajang Olimpiade.

” Harapan tersebut sejalan dengan berbagai upaya pemerintah dan PB IPSI untuk mendorong pencak silat menuju Olimpiade.” Pungkasnya

Jurnalis : Dhany.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru