Kompas1.id
SUNGAI PENUH – Pengurus Lembaga Adat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi periode 2026–2029 resmi dilantik dalam sebuah prosesi adat yang berlangsung khidmat di Larik Tengah, Tugu Depati Payung Pondok Tinggi, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, Sabtu malam (25/7/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi lembaga adat sebagai pilar pelestarian nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta mempererat persatuan masyarakat di Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi.
Acara dihadiri oleh Dewan Ninik Mamak 11 Perut, Ninik Mamak Nan Berempat beserta Imam Pegawai, Anak Jantan, Dusanak Betino, Anak Betino, Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Tole S. Hadiwarso, Dpt, Camat Pondok Tinggi Romi Sumpari, S.E., M.M., para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Pondok Tinggi, serta tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rangkaian prosesi diawali dengan penyampaian sekapur sirih dan pembacaan doa oleh Imam Pegawai. Selanjutnya dilakukan pembacaan serta penandatanganan Surat Keputusan Dewan Ninik Mamak 11 Perut yang kemudian diserahkan kepada jajaran pengurus Lembaga Adat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi periode 2026–2029 sebagai tanda dimulainya masa bakti kepengurusan yang baru.
Dalam sambutannya, Camat Pondok Tinggi Romi Sumpari, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas terlaksananya pelantikan tersebut. Menurutnya, lembaga adat memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kelestarian adat istiadat, memperkuat identitas budaya, serta menjadi mitra pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Lembaga adat adalah benteng terakhir dalam menjaga identitas, adat istiadat, dan persatuan masyarakat di Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi. Sinergi antara lembaga adat dan pemerintah harus terus diperkuat demi menjaga warisan budaya sekaligus mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dpt. Pebriandi, S.Ag., M.M. resmi dikukuhkan sebagai Ketua Lembaga Adat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi periode 2026–2029. Dalam pidato perdananya, ia menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk memperkuat kelembagaan adat, melestarikan nilai-nilai kearifan lokal, serta menghidupkan kembali falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat.
” Fokus kami ke depan adalah membina generasi muda agar mencintai adat dan budaya, menyelesaikan berbagai persoalan adat melalui musyawarah mufakat, serta menjaga kelestarian budaya agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” ungkapnya.
Menjelang penutupan acara, suasana semakin semarak dengan penampilan Tari Iyo-Iyo yang dibawakan oleh Dusanak Betino 11 Perut dan mendapat sambutan hangat dari seluruh tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi permohonan Kenduri Sko oleh Dusanak Betino kepada Dewan Ninik Mamak 11 Perut dan Ninik Mamak Nan Berempat sebagai bentuk permohonan restu agar pelaksanaan Kenduri Sko di Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi dapat segera dilaksanakan sesuai dengan ketentuan adat.
Di sela-sela kegiatan, Anggota DPRD Kota Sungai Penuh Tole S. Hadiwarso, Dpt, yang juga merupakan Anak Jantan Pondok Tinggi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan pelantikan pengurus lembaga adat tersebut.
Ia mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik serta berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjaga marwah adat, serta menjadi perekat persatuan masyarakat.
“Selamat kepada kepengurusan yang baru dilantik. Jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan. Kami berharap Lembaga Adat Wilayah Depati Payung Pondok Tinggi semakin aktif melestarikan adat dan budaya, menjadi mitra strategis pemerintah dalam menciptakan kerukunan masyarakat, serta berpartisipasi aktif mendukung pembangunan di Kota Sungai Penuh,” ujar Tole.
Menurutnya, keberadaan lembaga adat memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur sekaligus membimbing generasi muda agar tetap mencintai budaya daerah.
Pelantikan yang berlangsung penuh khidmat tersebut ditutup dengan ramah tamah dan silaturahmi antara para pemangku adat, unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta seluruh tamu undangan. Suasana kebersamaan yang terjalin menjadi simbol kuatnya komitmen seluruh elemen masyarakat untuk menjaga marwah adat, memperkokoh persatuan, serta mendukung pembangunan Kota Sungai Penuh yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
(Deni)













