Kompas1.id
Bandung 18 Juli 2026 Pola makan Ketofastosis merupakan gabungan antara diet Ketogenik (rendah karbohidrat, tinggi lemak) dan Intermittent Fasting (puasa intermiten). Tujuan utamanya adalah memaksa tubuh untuk berpindah dari pembakaran glukosa (gula) menjadi pembakaran lemak sebagai sumber energi utama, sebuah kondisi yang disebut ketosis.
Berikut adalah rincian utama mengenai pola makan ini:
1. Prinsip Dasar
Ketogenik: Mengurangi asupan karbohidrat secara drastis (biasanya di bawah 20-50 gram per hari) agar tubuh tidak memiliki cukup gula untuk dijadikan energi, sehingga hati mulai memecah lemak menjadi keton.
Fastosis (Fasting): Mengatur jendela makan untuk memberikan waktu bagi tubuh beristirahat dari proses pencernaan, sehingga kadar insulin turun dan tubuh lebih efektif membakar cadangan lemak.
2. Apa yang Dikonsumsi (Makanan)
Fokus utamanya adalah pada lemak sehat dan protein, dengan membatasi total karbohidrat:
Lemak Sehat: Minyak kelapa (VCO), minyak zaitun, alpukat, mentega, atau santan.
Protein: Daging sapi, ayam, ikan, telur, dan makanan laut.
Sayuran Rendah Karbohidrat: Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kembang kol, dan timun.
Hindari: Gula, tepung-tepungan (nasi, mie, roti), gorengan dengan tepung, buah yang terlalu manis, dan minuman manis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
3. Pola Puasa (Intermittent Fasting)
Dalam ketofastosis, jendela makan sangat krusial. Beberapa metode yang umum digunakan:
16/8: Puasa 16 jam, jendela makan 8 jam.
18/6: Puasa 18 jam, jendela makan 6 jam.
OMAD (One Meal A Day): Hanya makan satu kali sehari (biasanya untuk tingkat yang lebih lanjut).
4. Hal Penting untuk Diperhatikan
Adaptasi (Keto Flu): Di awal masa transisi, tubuh mungkin mengalami gejala seperti pusing, lemas, atau mual. Ini biasanya karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan sistem energi baru dan kehilangan elektrolit.
Elektrolit: Sangat penting untuk menjaga asupan garam (natrium), magnesium, dan kalium agar tubuh tidak cepat lemas.
Hidrasi: Minum air putih dalam jumlah yang cukup sangat disarankan.
Catatan Penting:
Pola makan ini bersifat drastis dan mungkin tidak cocok bagi semua orang. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti masalah ginjal, diabetes yang sedang menggunakan insulin, atau masalah lambung.KetofastosisBandung #HidupSehat #KetoIndonesia #BandungSehat #SabtuProduktif. BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG














