Islam Fasilitas Serba Kebahagiaan: Touring Lebaran. Rida Nurfarida

- Penulis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 01:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung kompas1.id

Idul Fitri. Setiap tahun kita rayakan dengan penuh suka cita. Berbagai kegiatan kita rencanakan
dan kita laksanakan. Kemeriahan senantiasa kita rasakan dan kita nikmati bersama-sama dengan
muslimin lainnya di seluruh belahan dunia. Semarak Idul Fitri–atau biasa kita kenal dengam istilah
Lebaran- menjadi perayaan internasional yang membahagiakan.
Salahsatu kegiatan merayakan Labaran yaitu jalan-jalan menuju sebuah tujuan tertentu.

Tak jarang jalan-jalan–atau kita istilahkan saja dengan sebutan touring– dilaksanakan berhari-hari
sebagai kegiatan liburan keluarga setahun sekali, seperti yang kerap dilakukan oleh salahseorang
saudara kami. Mereka selama ini, setiap Lebaran melakukan touring dengan destinasi tertentu,
antar provinsi selama kurang lebih lima hari
.
Sebagai sebuah liburan keluarga maka sarana yang mereka miliki betul-betul milik
keluarga yaitu kendaraan yang bukan sewaan atau pinjaman juga supir adalah sang kepala keluarga
sendiri. Para penumpangnya adalah anggota keluarga yaitu istri dan anak-anak. Perjalanan yang
ditempuh betul-betul sebuah perjalanan liburan: tidak ada ijin yang harus dimintakan terlebih
dahulu juga tidak ada SPPD yang harus disiapkan.
Saat dicermati, kita urai sedikit. Suami, adalah kepala keluarga. Dia menjadi supir,

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

penanggung jawab sekaligus penyokong dana penuh. Dia keluarkan tenaga, keringat, uang,
perhatian, fokus dan tanggung jawab. Apakah dia capek? Tentu. Apakah dia cemas? Tentu ada
juga. Apakah dia kehilangan uang? Untuk sementara, iya. Tapi kenapa setiap tahun dia lakukan itu
untuk keluarganya? Tidakkah dia cape, kapok, rugi? Jika dia kembali lakukan itu bersama
keluarganya setiap tahun maka dapat kita simpulkan suami sekaligus supir dan penyandang dana

iItu tidak kapok. Justru dia mendapatkan kebahagiaan dengan kegiatan heboh seperti itu.
Mari kita analisis kebahagiaan yang didapat oleh tokoh kita ini. Sebagai seorang muslim
yang taat, dia melaksanakan tanggung jawabnya sebagai seorang suami dan kepala rumah tangga
pada istri dan anak-anaknya. Dia paham betul tentang konsep infaq yang difirmankan oleh Allah
SWT dalam QS.Al-Baqarah (2):261.
بُلَ
ۢ
ِ َل فِى ُك لِ ُسن
َع َسنَاب
بَتَ ْت َسْب
ۢ
ن
َ
ب ٍة أ
َّ
ِل َح
َكَمثَ
ِل ٱ ََّّللِ
ِي
ُهْم فِى َسب
َٰ لَ
ْمَو
َ
ِذي َن يُنِفقُو َن أ
َّ
مثَ ُل ٱل
َّ
ۢ
ٍة
َوٱ ََّّللُ يُ َضَٰـ ِع ُف ِل
ۗ
ۢ
َّ ٍة
َحب
ئَةُ
۟
ٌم ِ ما
ِس ٌع َعِلي
َٰ
َو
َوٱ ََّّللُ
ۗ
ُء
َمن يَ ٢٦١ َشآ
Perumpamaan orang-orang yang membelanjakan harta mereka di jalan Allah adalah seperti
sebatang biji yang tumbuh menjadi tujuh tangkai, masing-masing menghasilkan seratus
butir. Dan Allah melipatgandakan pahala kepada siapa pun yang Dia kehendaki.
Sesungguhnya Allah Maha Pemberi lagi Maha Mengetahui.

Baca Juga:  DLH Kota Sungai Penuh Dinilai Abaikan Instruksi Wali Kota Soal Pemasangan Umbul-Umbul HUT ke-17.

Dia sangat yakin akan janji Allah bahwa harta yang dia infaqkan untuk keluarganya tidak akan
pernah hilang malah akan dilipatgandakan hasilnya, ibarat pohon yang tumbuh subur dan
bercabang terus menerus. Sering kita melontarkan kalimat seorang suami melaksanakan
kewajibannya mencari nafkah untuk keluarganya. Nafkah, adalah seakar katanya dengan infaq.
Intinya adalah sesuatu yang dikeluarkan dengan motivasi salahsatunya untuk memenuhi kewajiban

yang disyariatkan agama. Berbeda dengan sedekah dan hadiah. Mungkin di kesempatan lain kita
bahas persamaan dan perbedaannya.
Suami menjalankan kewajibannya yang berarti memenuhi hak untuk istri dan anak-
anaknya. Di sini, gugurlah dosa sang suami tersebut berganti dengan pahala sesuai janji Allah. Di
pihak lain, istri, dia telah mendapatkan haknya sebagai istri maka terpenuhilah kewajiban suami
atasnya. Istri, di samping itu, memiliki kewajiban yaitu mengikuti suaminya: mengikuti
kesepakatan untuk melakukan perjalanan sekian hari bersama anak-anak mereka. Dia akan
menyiapkan segala sesuatunya seperti pakaian, makana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru