Roy Suryo Ajukan Dua Kali Gugatan Praperadilan dalam Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 01:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
Jakarta, 5 Juli 2026 – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, tercatat telah mengajukan dua kali gugatan praperadilan terkait perkara dugaan penyebaran informasi bohong dan fitnah soal keabsahan ijazah Presiden Joko Widodo. Langkah ini menjadi upaya hukumnya untuk menguji kebenaran prosedur yang dijalankan aparat kepolisian dalam menangani kasus tersebut.

Gugatan pertama yang diajukan mempersoalkan sah atau tidaknya tindakan penggeledahan yang dilakukan penyidik di kediaman maupun tempat-tempat yang diduga terkait perkara. Sementara gugatan kedua lebih spesifik menguji keabsahan keputusan penyidik yang menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus yang dijerat dengan pasal berlapis, antara lain Pasal 310 KUHP tentang Fitnah dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) .

Jadwal persidangan pun sudah ditetapkan. Sidang untuk gugatan pertama telah memasuki tahap akhir, dan putusan hakim dijadwalkan dibacakan pada 7 Juli 2026. Sedangkan gugatan kedua baru akan mulai disidangkan beberapa hari setelahnya, dengan agenda awal pembacaan isi permohonan di hadapan majelis hakim .

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dasar Hukum dan Sikap Pihak Terkait

Melalui langkah hukum ini, Roy Suryo berusaha memanfaatkan seluruh instrumen hukum yang tersedia untuk memastikan proses penyidikan berjalan sesuai koridor hukum dan tidak melanggar hak asasi serta prinsip praduga tak bersalah.

Di sisi lain, Polda Metro Jaya selaku instansi yang menangani kasus ini menegaskan sikapnya. Juru Bicara Polda Metro Jaya menyatakan pihaknya menghormati hak setiap warga negara untuk menggunakan jalur hukum. “Kami siap mengikuti seluruh proses hukum yang berlangsung di pengadilan dan akan menyampaikan bukti serta keterangan yang diperlukan,” ujarnya.

Baca Juga:  Aksi Heroik Korban Gagalkan Curanmor di Limbangan, Dua Pelaku Berhasil Diamankan Warga dan Polsek Limbangan

Kasus ini sendiri bermula dari penyebaran narasi yang mempertanyakan keaslian dokumen ijazah Presiden Joko Widodo, yang kemudian dilaporkan ke kepolisian dan berkembang menjadi penyelidikan hingga penetapan tersangka pada November 2025 silam .

Meninjau Efektivitas Jalur Praperadilan

Muncul pertanyaan di tengah publik: Apakah jalur praperadilan efektif untuk menguji keabsahan proses penyidikan dan penetapan tersangka?

Secara hukum, lembaga praperadilan diatur dalam KUHAP dan berfungsi sebagai alat pengawasan yudisial terhadap tindakan penyidik dan penuntut umum. Ruang lingkupnya terbatas hanya menguji segi prosedur dan legalitas tindakan, bukan memutus bersalah atau tidaknya seseorang atas perkara pokok.

✅ Sisi Efektifnya:

– Menjadi penyeimbang kekuasaan kepolisian agar tidak menyalahgunakan wewenang
– Melindungi hak konstitusional warga negara dan menjamin prinsip due process of law
– Putusan pengadilan dapat membatalkan tindakan yang melanggar hukum, misalnya jika penggeledahan tanpa surat atau penetapan tersangka tanpa bukti yang cukup

⚠️ Keterbatasannya:

– Tidak membahas materi kasus atau kebenaran fakta di lapangan
– Keputusan hakim bersifat mengikat secara prosedural, namun jika dikabulkan, penyidik masih bisa melengkapi kekurangan prosedur dan melanjutkan kasus
– Keberhasilannya sangat bergantung pada kelengkapan bukti pelanggaran prosedur yang diajukan penggugat

Hingga saat ini, perkembangan kedua gugatan ini menjadi sorotan publik mengingat kasusnya telah lama menjadi perdebatan di ruang publik. Hasil putusan nanti dipandang akan memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi tolok ukur penegakan hukum yang berkeadilan.

Aris aristio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Jabar Ungkap Sindikat Penipuan Online Berkedok Jual Kendaraan
Tindak Lanjut Laporan Warga, Polsek Baleendah Amankan Pelaku Pencurian HP di RSUD Welas Asih
Peringatan Keras: Peredaran Obat Keras Golongan G Tanpa Izin Edar di Cikarang Selatan Terancam Hukuman Berat
Amankan Lima Pemuda Diduga Mabuk dan Ugal-Ugalan, Polsek Cibatu Beri Pembinaan
Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ungkap Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Satu Tersangka Diamankan*
Polres Garut Amankan Satu Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Cibalong
10 HARI MENJABAT KAPOLRES CIMAHI.AKBP MOH FARUK ROZI UNGKAP PULUHAN KASUS DAN SITA RATUSAN RIBU BUTIR OKT DAN MIRAS
Temuan 995 Senjata di Ruangan Eks Ketua Yayasan, Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Tuntas
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Tindak Lanjut Laporan Warga, Polsek Baleendah Amankan Pelaku Pencurian HP di RSUD Welas Asih

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Peringatan Keras: Peredaran Obat Keras Golongan G Tanpa Izin Edar di Cikarang Selatan Terancam Hukuman Berat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:15 WIB

Amankan Lima Pemuda Diduga Mabuk dan Ugal-Ugalan, Polsek Cibatu Beri Pembinaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Team Rajawali Polsek Tanjung Raja Ungkap Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Satu Tersangka Diamankan*

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:38 WIB

Polres Garut Amankan Satu Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Cibalong

Berita Terbaru

Berita

Menyingkap Penyebab Polusi Udara Jakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 03:18 WIB