Kompas1.id
:Bandung 22 Aguatus 2026 Peran Kendaraan Motor dan Dampaknya
Kualitas udara Jakarta kerap menjadi sorotan publik, terutama dengan munculnya kabut asap tipis yang menyelimuti lanskap perkotaan. Penelitian terbaru dari Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan gambaran statistik mengenai sumber utama pencemaran partikulat mikroskopis atau PM2.5 di wilayah perkotaan.
Sumber Utama Partikel PM2.5 di Udara Jakarta
Partikel PM2.5 merupakan polutan mikro berdiameter kurang dari 2,5 mikrometer yang sangat berbahaya bagi kesehatan respirasi karena dapat menembus saluran pernapasan paling dalam. Berdasarkan studi ITB, kontribusi emisi udara Jakarta terbagi ke dalam beberapa sektor kendaraan:
Kendaraan Bermesin Diesel: Menjadi penyumbang partikel PM2.5 terbesar di Jakarta dengan porsi mencapai 32,4%.
Kendaraan Bermesin Bensin: Menempati urutan kedua sebagai kontributor PM2.5 sebesar 26,9%.
Kombinasi dari kedua jenis moda transportasi ini menyumbang lebih dari separuh total pencemaran PM2.5 di udara ibu kota.
Mengapa Kendaraan Diesel Menyumbang Emisi Lebih Tinggi?
Mesin diesel beroperasi dengan sistem pembakaran bertekanan tinggi. Pembakaran bahan bakar bersulfur pada suhu dan tekanan tinggi menghasilkan partikel jelag (black carbon) dan senyawa hidrokarbon yang terfragmentasi menjadi partikel sangat halus (PM2.5). Jika perawatan armada bus, truk, atau mobil diesel kurang optimal, volume jelag buang akan meningkat tajam.
Langkah Edukatif untuk Menurunkan Polusi Udara
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Uji Emisi Berkala: Memastikan pembakaran kendaraan tetap efisien untuk meminimalkan pembentukan sisa partikel padat.
Penggunaan Bahan Bakar Ramah Lingkungan: Menggunakan BBM berkualitas tinggi dengan kadar sulfur rendah untuk mengurangi pembentukan mikro-polutan.
Pengalihan Moda Transportasi: Mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum berbasis listrik atau armada yang terintegrasi.
Penerapan Proteksi Diri: Menggunakan masker standar N95/KN95 saat beraktivitas di luar ruangan ketika indeks kualitas udara dalam kategori tidak sehat.
Pemahaman akan sumber utama pencemar udara membantu masyarakat dan pemangku kebijakan dalam mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat sasaran demi menjaga kualitas hidup bersama.
#PolusiUdara
#ButuhKebijakanTegasTerarah# Bob Hariawan. Kabiro Kota Bandung











