
Kompas 1,id
Subulussalam, 5 September 2026 – Masyarakat Desa Bangun Sari, Kecamatan Longkib, mulai bersuara dan memunculkan kecurigaan serius terkait pengelolaan anggaran desa tahun anggaran 2025/2026. Dana tersebut diduga disalahgunakan oleh oknum yang merupakan kerabat dekat Penjabat (PJ) Kepala Desa untuk meraih dukungan suara dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Selama ini, warga diketahui bersikap tenang dan tidak mempermasalahkan penggunaan anggaran desa. Namun, situasi berubah ketika keberadaan pihak-pihak tertentu mulai terasa mendominasi pengelolaan keuangan dan kegiatan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekarang kami paham, mengapa banyak warga yang kurang mengenal sosok PJ Kepala Desa kami. Ternyata segala urusan desa dipegang dan diatur oleh kerabat dekatnya, seolah-olah dialah yang memegang kendali penuh sebagai kepala desa,” ungkap seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (5/9).
Kekecewaan warga semakin memuncak terkait mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai Desa (BLTD). Menurut keterangan warga, pembagian bantuan tersebut tidak dilakukan secara transparan di ruang terbuka seperti aula kantor desa atau tempat umum yang dapat diakses seluruh warga. Sebaliknya, pembagian justru dilakukan secara tertutup dari pintu ke pintu, terlebih lagi saat menjelang pelaksanaan Pilkades.
“Pembagian yang tertutup itu menimbulkan dugaan kuat bahwa dana desa dimainkan untuk kepentingan politik, dijadikan ajang silaturahmi bermuatan politis demi menggalang dukungan warga,” tambahnya.
Tidak terima dengan dugaan penyimpangan ini, tokoh masyarakat dan warga Desa Bangun Sari menyatakan kesiapannya untuk melaporkan hal ini kepada Inspektorat Daerah maupun aparat penegak hukum. Mereka meminta agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan keuangan desa tahun 2025/2026.
Kami berharap pihak berwenang turun langsung ke Desa Bangun Sari untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dan menelusuri siapa pihak yang benar-benar menguasai serta menggunakan anggaran desa tersebut. “Saya siap hadir dan menjadi saksi untuk mengungkap kebenaran ini,” tegas tokoh masyarakat itu.
Reporter/Ramona










