Kompas, 1.id
SUBULUSSALAM — Dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota Subulussalam ke-64 tahun 2026, Wali Kota Subulussalam H. M. Rasyid menandatangani prasasti perubahan nama RSUD Kota Subulussalam menjadi RSUD H. Merah Sakti Kota Subulussalam. Penandatanganan berlangsung di Lapangan Sada Kata, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Subulussalam, Senin (14/9/2026).
Upacara berjalan khidmat, dipimpin Kepala Dinas Pertanahan Kota Subulussalam Syahpuddin, MM selaku pemimpin upacara. Kedatangan Wali Kota beserta jajaran Forkopimda dan tamu undangan disambut dengan tarian tradisional Dampeng. Rangkaian acara dibuka pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan Sholawat Badar oleh Ustadz Budianto, dilanjutkan penyanyian Lagu Indonesia Raya, Hymne Aceh, dan Hymne Subulussalam.
Mantan Wali Kota Subulussalam Salmaza membacakan sejarah perjalanan kota ini. Momen puncak berlangsung saat Wali Kota H. M. Rasyid menandatangani prasasti perubahan nama RSUD, disaksikan Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan Aceh DR. Husnan, ST, MP, serta unsur Forkopimda Kota Subulussalam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Subulussalam Lahir dari Sebuah Cita-cita”
Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan bahwa peringatan hari jadi bukan sekadar perayaan usia, melainkan momen merenungkan kembali perjuangan pendiri kota.
“Di balik usia yang bertambah, ada sejarah yang tidak boleh kita lupakan, karena Subulussalam lahir dari sebuah cita-cita.”
Wali Kota mengingatkan bahwa 2 Januari 2007 menjadi titik lahirnya Subulussalam sebagai daerah otonom — bukan akhir perjuangan, melainkan awal amanah. Sepanjang 19 tahun berjalannya pemerintahan, telah berganti kepemimpinan dengan dinamika masing-masing. Beliau mengenang jasa para pendahulu:
– H. Asmauddin — Penjabat Wali Kota pertama yang meletakkan fondasi pemerintahan
– H. Martin Deski — Melanjutkan pembangunan tata kelola dan kelembagaan
– Almarhum H. Merah Sakti — Wali Kota pertama hasil pemilihan langsung yang membawa Subulussalam ke fase pemerintahan definitif
– H. Affan Alfian Bintang — Meneruskan estafet kepemimpinan dan pengabdian
“Tidak semua yang mereka kerjakan sempurna, tidak ada pemerintahan yang sempurna. Tetapi setiap masa telah memberikan sesuatu bagi perjalanan kota ini.”
Wali Kota mengajak masyarakat tidak menghapus jejak masa lalu, melainkan belajar darinya.
Fokus Pendidikan dan Pembangunan Daerah
Wali Kota menegaskan bahwa pembangunan saat ini diteruskan untuk mewujudkan cita-cita pendahulu, salah satunya melalui kehadiran Sekolah Rakyat — jaminan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu — serta Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 1 Subulussalam yang mengutamakan kualitas dan daya saing tanpa memandang latar belakang ekonomi.
Selain pendidikan, pembenahan konektivitas antarwilayah, pelestarian bahasa dan budaya Singkil, pengembangan kreativitas musisi lokal, serta pengakuan warisan budaya takbenda juga menjadi prioritas.
“Nakan Lancing dan Tari Biahat Insya Allah akan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia,” ujarnya.
Di akhir pidato, Wali Kota mengingatkan makna kepemimpinan:
“Jabatan bukanlah tujuan, namun jabatan adalah amanah. Jika seorang pemimpin berpikir untuk masa depan, ia akan meninggalkan sesuatu yang baik untuk generasi berikutnya.”
Sumber, protokoler Subulussalam
Reporter/Ramona,









