GARUT, 28 Agustus 2026 — Kompas1.id
Setahun hidup hanya dengan berbaring dan mengandalkan gerakan tangan, Iman (43) akhirnya kembali mendapat secercah harapan. Hidup sebatang kara dengan kondisi patah tulang ekor membuat hari-harinya dijalani dalam keterbatasan, bergantung pada bantuan saudara serta uluran tangan orang-orang yang peduli.
Pada Jumat, 28 Agustus 2026, BAZNAS Kabupaten Garut hadir memberikan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) kepada Iman yang selama ini terbaring lemah. Bantuan tersebut menjadi suntikan semangat baru bagi Iman di tengah perjuangan panjang yang tidak mudah.
Kakak Iman, Im (43), menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS Garut dan seluruh pihak yang selama ini turut membantu pengobatan serta kebutuhan sehari-hari Iman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sungguh sangat bersyukur masih ada tangan-tangan mulia yang mau menyisihkan sedikit rezekinya untuk Iman. Kami sebagai kakak dan adik terkadang merasa putus asa,” ungkapnya dengan suara bergetar.
Menurut keluarga, bantuan yang datang bukan hanya memiliki nilai materi, tetapi juga menjadi bukti bahwa Iman tidak sendirian menghadapi cobaan berat ini. Di tengah keterbatasan fisik dan kondisi yang membuatnya harus terus berbaring, perhatian dari para dermawan, masyarakat, dan lembaga sosial menjadi kekuatan tersendiri bagi Iman dan keluarganya.
Kehadiran bantuan Jadup dari BAZNAS Garut diharapkan dapat sedikit meringankan beban kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan harapan baru bagi Iman untuk terus bertahan dan menjalani kehidupannya dengan semangat.
Ketika tubuh tak lagi mampu bergerak bebas, kepedulian sesama menjadi kekuatan. Ketika harapan hampir padam, uluran tangan kemanusiaan kembali menyalakan cahaya. Iman mungkin terbaring, tetapi harapannya jangan sampai ikut terbaring.
— Kompas1.id, 28 Agustus 2026
—









