Proyek Irigasi D.I. Cikeusik Rp45 Miliar Rapuh, KPAHN Cium Aroma Perselingkuhan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Kontraktor

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
CIREBON, 28 Agustus 2026 – Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Cikeusik Kabupaten Cirebon (Tahap IV) senilai Rp45.056.000.000,- yang bersumber dari dana APBN kini berada dalam sorotan tajam. Langkah kilat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung yang langsung pasang badan membela pihak kontraktor, PT. Waskita Jaya Purnama, memicu kecurigaan publik terkait adanya kongkalikong dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Dewan Pimpinan Pusat Komite Penyelamatan Aset Harta Negara (DPP KPAHN) secara resmi melayangkan sanggahan keras atas surat jawaban sepihak dari dinas. KPAHN menilai, respons super cepat dari Kepala BBWS tidak lebih dari sekadar upaya formalitas untuk menutupi borok infrastruktur yang dibangun asal-asalan.

Dinas Diduga Kuat Berpihak pada Kontraktor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indikasi keberpihakan oknum dinas kepada pihak kontraktor pelaksana terlihat jelas dari isi surat jawaban yang dikeluarkan oleh Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro. Hanya dalam waktu 48 jam tanpa melakukan audit mutu independen terlebih dahulu, pihak balai langsung mengklaim bahwa seluruh pekerjaan di lapangan sudah sesuai prosedur dan spesifikasi teknik.

Baca Juga:  GAUNGKAN PATROLI MALAM, POLSEK MARGAASIH PASTIKAN WILAYAH TETAP AMAN DAN NYAMAN

Humas DPP KPAHN, Yayat, mencium adanya kejanggalan dalam pembelaan yang terkesan terburu-buru tersebut.

“Kami melihat ada aroma keberpihakan yang sangat menyengat di sini. Bagaimana mungkin instansi pemerintah yang seharusnya bertindak sebagai pengawas aset negara, justru bertindak seolah-olah menjadi juru bicara (public relations) dari kontraktor? Ada apa antara BBWS dan PT. Waskita Jaya Purnama?” cetus Yayat dengan nada mempertanyakan saat diwawancarai oleh tim Pelita Investigasi.

Logika Terbalik: Material Kualitas Rendah Dipaksa Masuk Spesifikasi

Salah satu poin paling krusial yang dibongkar oleh tim investigasi adalah mengenai kualitas material bangunan. Di lokasi proyek, tim menemukan tumpukan pasir berkadar lumpur tinggi dan batu marus keropos berpori besar yang secara teknis sangat tidak layak untuk struktur bangunan air. *Tim liputan Hida Linggaraja/LS*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kota Subulussalam Berjaya, Walikota H. Rasyid Bancin HRB Sabet Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026
Dispora Kabupaten Bandung Matangkan Kesiapan Bandung Bedas Run
Menjemput Keberkahan di Hari Agung: Aksi Nyata Berbagi Lendeng N D’Gank District Cimahi
Temuan APBDes Tanjung Tanah Capai Rp400 Juta, Rp186 Juta Sudah Dikembalikan
Temuan APBDes Tanjung Tanah Capai Rp400 Juta, Rp186 Juta Sudah Dikembalikan
SETAHUN TERBARING TAK BERDAYA, BANTUAN JADUP BAZNAS GARUT NYALAKAN KEMBALI SEMANGAT IMAN
Di duga SDN 03 Kandis Melakukan Pungli Dana PIP 50, Rb
Dinilai Terlalu Normatif, LSM KPAHN Sebut Surat Balasan BBWS Cimanuk Cisanggarung Cuma “Lip Service”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:29 WIB

Kota Subulussalam Berjaya, Walikota H. Rasyid Bancin HRB Sabet Penghargaan Pemimpin Daerah Award 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Dispora Kabupaten Bandung Matangkan Kesiapan Bandung Bedas Run

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Menjemput Keberkahan di Hari Agung: Aksi Nyata Berbagi Lendeng N D’Gank District Cimahi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Proyek Irigasi D.I. Cikeusik Rp45 Miliar Rapuh, KPAHN Cium Aroma Perselingkuhan BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Kontraktor

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:08 WIB

Temuan APBDes Tanjung Tanah Capai Rp400 Juta, Rp186 Juta Sudah Dikembalikan

Berita Terbaru