Kompas1.id
CIREBON, 28 Agustus 2026 – Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi D.I. Cikeusik Kabupaten Cirebon (Tahap IV) senilai Rp45.056.000.000,- yang bersumber dari dana APBN kini berada dalam sorotan tajam. Langkah kilat Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung yang langsung pasang badan membela pihak kontraktor, PT. Waskita Jaya Purnama, memicu kecurigaan publik terkait adanya kongkalikong dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Dewan Pimpinan Pusat Komite Penyelamatan Aset Harta Negara (DPP KPAHN) secara resmi melayangkan sanggahan keras atas surat jawaban sepihak dari dinas. KPAHN menilai, respons super cepat dari Kepala BBWS tidak lebih dari sekadar upaya formalitas untuk menutupi borok infrastruktur yang dibangun asal-asalan.
Dinas Diduga Kuat Berpihak pada Kontraktor
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Indikasi keberpihakan oknum dinas kepada pihak kontraktor pelaksana terlihat jelas dari isi surat jawaban yang dikeluarkan oleh Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro. Hanya dalam waktu 48 jam tanpa melakukan audit mutu independen terlebih dahulu, pihak balai langsung mengklaim bahwa seluruh pekerjaan di lapangan sudah sesuai prosedur dan spesifikasi teknik.
Humas DPP KPAHN, Yayat, mencium adanya kejanggalan dalam pembelaan yang terkesan terburu-buru tersebut.
“Kami melihat ada aroma keberpihakan yang sangat menyengat di sini. Bagaimana mungkin instansi pemerintah yang seharusnya bertindak sebagai pengawas aset negara, justru bertindak seolah-olah menjadi juru bicara (public relations) dari kontraktor? Ada apa antara BBWS dan PT. Waskita Jaya Purnama?” cetus Yayat dengan nada mempertanyakan saat diwawancarai oleh tim Pelita Investigasi.
Logika Terbalik: Material Kualitas Rendah Dipaksa Masuk Spesifikasi
Salah satu poin paling krusial yang dibongkar oleh tim investigasi adalah mengenai kualitas material bangunan. Di lokasi proyek, tim menemukan tumpukan pasir berkadar lumpur tinggi dan batu marus keropos berpori besar yang secara teknis sangat tidak layak untuk struktur bangunan air. *Tim liputan Hida Linggaraja/LS*










