Kompas1.id
GUNUNGKIDUL, 22 Juli 2026 – Program Penguatan Ekosistem Ekonomi Produktif Lumbung Mataraman terus membuahkan hasil nyata dalam memperkokoh struktur ekonomi tingkat kalurahan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui sinergi kuat antara Pemerintah Daerah DIY, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) DIY, Bank BPD DIY, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DIY, dan Bank Indonesia DIY, program ini sukses menyalurkan pembiayaan produktif senilai Rp9,17 miliar. Bantuan tersebut telah dinikmati oleh 120 pelaku usaha yang tersebar di empat kalurahan percontohan sepanjang tahun 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola usaha, mendongkrak daya saing produk lokal, serta memperluas akses terhadap sumber pendanaan yang sehat dan berkelanjutan.
Dalam pandangannya, Lumbung Mataraman tidak sekadar berfungsi sebagai tempat penyimpanan pangan konvensional, melainkan sebuah sistem sosial-produktif yang berakar pada kearifan lokal: “nandur apa sing dipangan, mangan apa sing ditandur” (menanam apa yang dimakan dan memakan apa yang ditanam).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lumbung Mataraman adalah lumbung pangan hidup. Di dalamnya terdapat ikhtiar untuk mendekatkan kembali sumber pangan kepada keluarga. Falsafah tersebut mengajarkan kemandirian, kecukupan, kedekatan dengan alam, serta tanggung jawab untuk merawat sumber kehidupan,” ujar Ni Made saat memberikan keterangan di lokasi Lumbung Mataraman Bendung, Kapanewon Semin, Gunungkidul, pada Selasa (21/7).
Lebih lanjut dijelaskan, prinsip tersebut diwujudkan melalui berbagai upaya nyata, mulai dari penguatan kemandirian pangan keluarga, diversifikasi konsumsi berbasis pangan lokal, pelestarian sumber daya genetik pangan, pengembangan kebun bibit, hingga pemanfaatan pekarangan secara optimal dan berkelanjutan. Oleh karena itu, istilah “lumbung” dalam program ini dimaknai secara luas sebagai sebuah ekosistem terpadu yang menjembatani aspek pangan, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.
MULYOKO














