KOMPAS1.ID
TASIKMALAYA — Suasana penuh duka dan keharukan menyelimuti proses pemakaman Kanaya Whulan atau yang akrab disapa Teh Kanaya, vokalis grup musik Emka 9, di Pemakaman Kampung Lengkongsari, Desa Sukajadi, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (13/9/2026).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampak hadir secara langsung dan ikut serta menggotong keranda jenazah Kanaya beriringan bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman. Keduanya berada di barisan depan, membawa keranda melewati jalan setapak dan hamparan pesawahan menuju tempat peristirahatan terakhir almarhumah.
Sebelum dimakamkan, jenazah sempat disemayamkan di sebuah masjid kecil. Dari sana, prosesi pemindahan berlangsung dengan tenang, diiringi doa serta tangis keluarga dan orang-orang terdekat. Dedi Mulyadi diketahui berangkat dari Bandung sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung menuju Cisayong untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sahabatnya tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen Gubernur ikut mengangkat keranda menjadi salah satu bagian yang paling menyentuh di tengah perpisahan ini.
Kanaya mengembuskan napas terakhir pada Minggu pagi di RSUP Hasan Sadikin, Bandung, setelah berjuang melawan penyakit kanker. Bagi Dedi Mulyadi, Kanaya bukan sekadar penyanyi, melainkan sahabat dekat yang telah mendampingi perjalanannya sejak bergabung sebagai vokalis Emka 9 pada tahun 2019, menggantikan Echa. Selama ini suaranya setia mengiringi berbagai kegiatan Gubernur di seantero Jawa Barat.
“Telah meninggal dunia sahabat kita, Teh Kanaya, di RSUP Hasan Sadikin Bandung karena menderita kanker,” ucap Dedi Mulyadi.
Beliau mendoakan agar Kanaya diterima di sisi Allah SWT dengan tempat yang paling indah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Kini, perjalanan hidup Teh Kanaya berakhir tenang di tanah kelahirannya, Kabupaten Tasikmalaya. Jalan desa yang ia kenal dan hamparan sawah di sekitarnya menjadi saksi bisu perpisahan terakhir, sekaligus pengingat bahwa meski suaranya telah tiada, kenangan dan melodi yang ia bawakan akan terus hidup di hati masyarakat Jawa Barat.
Selamat jalan, Teh Kanaya. Terima kasih atas segala lagu dan tawa yang kau tinggalkan.
***










