KOMPAS1.ID
GARUT — Di tengah penantian penuh harap dan cemas keluarga korban kecelakaan Kapal Virgo 8, Polres Garut terus bergerak mempercepat proses identifikasi para korban. Tim melalui Bagian Sistem Identifikasi dan Keterangan Kesehatan (Sidokkes) Polres Garut turun langsung ke tengah keluarga untuk melaksanakan pendataan.
Pengambilan Sampel DNA di Kampung Panyingkiran
Kegiatan dilaksanakan di Kampung Panyingkiran, Desa Situsaeur, Kecamatan Karangpawitan. Petugas melakukan pendataan Ante Mortem (AM) sekaligus pengambilan sampel DNA dari keluarga korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 13 anggota keluarga hadir dan memberikan sampel DNA menggunakan metode Buccal Swab (usapan lendir dinding pipi). Mereka terdiri dari keluarga dua orang korban yang telah dinyatakan meninggal dunia, serta keluarga 11 orang korban yang hingga kini masih dalam proses pencarian.
Sampel yang telah diambil selanjutnya dikirim ke Pusat Dokkes (Pusdokkes) Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium dan pencocokan identitas secara menyeluruh.
Bukan Sekadar Prosedur, Ini Ikhtiar Menemukan Kepastian
Bagi keluarga yang menanti, setiap langkah ini bukan sekadar urusan administrasi atau teknis semata. Proses ini menjadi harapan dan ikhtiar nyata untuk mendapatkan kejelasan serta kepastian tentang keberadaan anggota keluarga mereka.
Kehadiran petugas Polres Garut di tengah warga dinilai sebagai bentuk kepedulian dan pendampingan tulus dari institusi kepolisian di masa-masa sulit ini.
“Semoga seluruh proses identifikasi berjalan lancar, cepat, dan dapat memberikan kepastian bagi seluruh keluarga korban.”
Polres Garut menegaskan komitmennya: tetap hadir, mendampingi, dan membantu hingga seluruh proses identifikasi tuntas.
Wa Ratno











