Duka Mendalam: Penyanyi Kanaya Whulan “Kanaya Whu” Meninggal Dunia Setelah Berjuang Lawan Kanker

- Penulis

Minggu, 13 September 2026 - 05:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID
BANDUNG — Kabar duka menyelimuti dunia seni dan budaya Jawa Barat. Penyanyi berbakat Kanaya Whulan, yang akrab disapa Kanaya Whu, mengembuskan napas terakhir pada Minggu (13/9/2026) di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Bandung, setelah berjuang melawan penyakit kanker.

Kepergian almarhumah terasa begitu mendadak dan mengharukan. Belum lama berselang, tepatnya pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026, masyarakat masih disuguhi penampilan penuh semangatnya. Saat itu, Kanaya tampil mengenakan pakaian bergaya veteran, membawakan lagu legendaris “Melati di Tapal Batas” karya Ismail Marzuki, di atas Kereta Kencana yang membawa Bendera Merah Putih dari Gedung Pakuan menuju Gedung Sate.

Penampilannya yang penuh energi saat itu tak disangka-sangka menjadi salah satu momen terakhir kehadirannya di hadapan publik.

Kanaya dikenal luas sebagai salah satu penyanyi andalan yang kerap mendampingi berbagai kegiatan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama kelompok Emka 9 sejak tahun 2019. Ia telah menyanyikan sejumlah lagu ciptaan Dedi Mulyadi, antara lain “Rindu Purnama”, “Karembong Koneng”, “Prabu Siliwangi”, “Dangiang Galuh Pakuan”, “Indung”, hingga “Memanen Cinta”.

Kabar berpulangnya Kanaya disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui akun Instagram resminya. Beliau menyampaikan doa tulus agar almarhumah diterima di sisi Allah SWT dengan tempat yang paling indah, sekaligus memohon kepada seluruh masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhumah, baik yang disengaja maupun tidak.

Kanaya Whulan direncanakan dimakamkan di Kabupaten Tasikmalaya, tanah kelahirannya.

Selamat jalan, Teh Kanaya. Suaramu mungkin telah berhenti terdengar, namun melodi dan kenangan dari lagu-lagu yang kau bawakan akan tetap abadi dan hidup di hati masyarakat Jawa Barat.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kades Cibatu Dinilai Tak Kooperatif, Kuasa Hukum Pengki Sailun Pertanyakan Perubahan Luas Tanah dan SPPT
Wali Kota Subulussalam Resmi Ganti Nama RSUD Menjadi RSUD H. Merah Sakti
Kapolres Pekalongan Hadiri Istighosah Kebangsaan, Gus Miftah Beri Bantuan Renovasi Rumah Rp. 30 Juta
Sensasi Klip Konser Panggung: Ritual atau Sekadar Estetika Seni Panggung?
Sekda Aceh Singkil Tegaskan ASN Wajib Jaga Integritas, Jauhi Narkoba, Judi Online dan Pinjol
Rumput Kering dan Dapuran Bambu Terbakar di Lahan Kosong Kajen, Api Dipadamkan dalam Satu Jam
UPTD DALDUKPPA Luncurkan Program DAHSYAT: Dapur Sehat Atasi Stunting di Tingkat Keluarga
Kapal Virgo 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 130 Penumpang Masih Dalam Pencarian
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:08 WIB

Kades Cibatu Dinilai Tak Kooperatif, Kuasa Hukum Pengki Sailun Pertanyakan Perubahan Luas Tanah dan SPPT

Senin, 14 September 2026 - 07:37 WIB

Wali Kota Subulussalam Resmi Ganti Nama RSUD Menjadi RSUD H. Merah Sakti

Senin, 14 September 2026 - 05:43 WIB

Kapolres Pekalongan Hadiri Istighosah Kebangsaan, Gus Miftah Beri Bantuan Renovasi Rumah Rp. 30 Juta

Senin, 14 September 2026 - 04:29 WIB

Sensasi Klip Konser Panggung: Ritual atau Sekadar Estetika Seni Panggung?

Senin, 14 September 2026 - 03:47 WIB

Rumput Kering dan Dapuran Bambu Terbakar di Lahan Kosong Kajen, Api Dipadamkan dalam Satu Jam

Berita Terbaru