LEBAK, BANTEN —Media Kompas1.id
Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten. Setelah adanya sebaran abu vulkanik yang diduga terbawa angin hingga ke sejumlah wilayah, masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan, salah satunya dengan menggunakan masker ketika melakukan aktivitas di luar rumah.
Kondisi tersebut turut berdampak terhadap meningkatnya permintaan masker di sejumlah pasar dan toko yang menjual perlengkapan kesehatan. Masker yang sebelumnya mudah ditemukan kini mulai banyak diburu masyarakat. Banyak warga membeli masker sebagai langkah antisipasi agar tidak terlalu banyak menghirup debu atau abu yang beterbangan.
Meningkatnya jumlah pembeli membuat stok masker di beberapa tempat penjualan mulai berkurang. Apabila permintaan terus meningkat sementara pasokan tidak segera ditambah, masyarakat khawatir akan terjadi kelangkaan masker di pasaran.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah warga mengaku mulai merasa cemas ketika melihat adanya abu atau debu yang masuk ke lingkungan permukiman. Terlebih, kondisi tersebut terjadi setelah adanya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Warga pun memilih lebih berhati-hati dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dirasakan kurang nyaman.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat terus memberikan informasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara terbuka dan mudah dipahami. Informasi resmi sangat diperlukan agar masyarakat tidak panik dan dapat mengambil langkah yang tepat apabila terjadi peningkatan sebaran abu vulkanik.
Selain itu, masyarakat juga berharap ketersediaan masker di pasaran tetap terjaga. Pedagang diimbau tidak melakukan penimbunan yang dapat menyebabkan kelangkaan maupun menjual masker dengan harga yang tidak wajar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Warga Kabupaten Lebak juga diingatkan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Penggunaan masker ketika berada di luar rumah menjadi salah satu bentuk kehati-hatian, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah yang mengalami sebaran abu.
Masyarakat juga diharapkan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Setiap perkembangan mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya mengacu kepada informasi resmi dari lembaga yang berwenang agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Dengan meningkatnya kewaspadaan masyarakat, diharapkan aktivitas warga tetap dapat berjalan dengan aman. Pemerintah juga diharapkan memastikan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk masker, tersedia dengan cukup selama kondisi sebaran abu vulkanik masih menjadi perhatian.
( ARS ” Korwil )











