GARUT — kompas1.id
Pertandingan penuh ketegangan dan emosi mewarnai babak semifinal Liga Desa Bola Voli Indoor “Piala Bupati Garut 2026”, Senin (7/9/2026). Tim bola voli putri Tarogong Kaler sukses membuktikan mental juara sejati setelah bangkit dari ketertinggalan dan menundukkan Cilawu melalui laga yang berlangsung hingga set penentuan dengan skor menegangkan 17–15.
Laga Sengit, Tarogong Kaler Bangkit dari Ketertinggalan
Pertandingan berjalan sangat ketat sejak awal. Tarogong Kaler sempat tertinggal dengan skor 2–1 dalam hitungan set. Namun semangat pantang menyerah tak luntur. Para pemain terus berjuang, berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2–2, dan memaksa pertandingan masuk ke set kelima yang menjadi penentu kemenangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Drama memuncak di set penentuan! Kedua tim saling kejar poin hingga angka 15–15. Tarogong Kaler akhirnya mampu menutup pertandingan dengan dua poin berturut-turut, mengunci kemenangan dengan skor 17–15 atas Cilawu. Comeback luar biasa sekaligus memastikan langkah ke babak berikutnya!
Asisten Pelatih Sorot Kejanggalan di Lapangan
Di balik kemenangan manis, pertandingan juga diwarnai sejumlah insiden yang menjadi sorotan. Ayi, selaku asisten pelatih Tarogong Kaler, menyampaikan adanya hal-hal yang perlu menjadi perhatian panitia dan perangkat pertandingan.
“Saya berharap panitia serta wasit bisa lebih profesional dalam menjalankan tugasnya,” ujar Ayi kepada awak media.
Ia menyoroti keputusan wasit pada momen taslen yang sempat memicu ketegangan, serta dugaan pelanggaran double yang dilakukan pemain Cilawu. Menurutnya, profesionalisme perangkat pertandingan sangat penting agar setiap laga berlangsung adil, kondusif, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Pemain Sorot Jadwal yang Kurang Adil
Sementara itu, Salsa Dhea Na Putri, salah satu pemain Tarogong Kaler, juga menyampaikan aspirasinya terkait penjadwalan pertandingan. Ia menilai timnya beberapa kali mendapatkan jadwal pada jam pertama, yang dinilai kurang menguntungkan dari sisi kondisi fisik.
“Kebetulan tim Tarogong Kaler mendapatkan jadwal selalu di jam pertama. Saya berharap panitia lebih bijaksana dan mempertimbangkan kondisi serta stamina pemain. Kalau terus-menerus bermain di jadwal pertama, pemain bisa menjadi kurang fit dan staminanya menurun,” ungkap Salsa.
Lebih dari Sekadar Kemenangan
Pertandingan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Liga Desa Piala Bupati Garut 2026 bukan sekadar perebutan kemenangan, tetapi juga panggung sportivitas, mental juara, dan semangat persaudaraan antardesa.
Tertinggal bukan berarti kalah. Tarogong Kaler membuktikannya: bangkit, samakan kedudukan, lalu tumbangkan Cilawu 17–15 di set penentuan!
Dari Desa untuk Garut yang lebih hebat!
Penulis: Ridickpuad
Sumber: Kompas1.id









