Diduga Abaikan K3, Pekerja Proyek Gedung BAZNAS-Forum CSR Kota Mojokerto Masih Ditemukan Tanpa APD

- Penulis

Minggu, 26 Juli 2026 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MOJOKERTO – KOMPAS1.ID || Proyek pembangunan Gedung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Forum CSR Kota Mojokerto di Jalan Bhayangkara Nomor 30, Kelurahan Jagalan, Kecamatan Kranggan, kembali menjadi sorotan. Hasil pantauan warga pada Kamis (23/7/2026) menunjukkan dugaan pelanggaran terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) masih terjadi di lokasi proyek.

Sejumlah pekerja terlihat beraktivitas tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap. Beberapa di antaranya bahkan hanya mengenakan sandal saat mengangkut material, merakit rangka bangunan, hingga bekerja di area konstruksi yang memiliki potensi bahaya tinggi.

“Masih ada pekerja yang tidak memakai helm keselamatan, tidak menggunakan sepatu safety, bahkan hanya memakai sandal jepit atau sandal rumahan saat bekerja,” ungkap seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan kontrak Nomor 000.3.3/3618/417-503.3/2026 tertanggal 12 Juni 2026, proyek senilai Rp1.519.752.800 tersebut dikerjakan oleh CV Dara Karya Mandiri. Pengawasan teknis dilaksanakan CV Global Inovasi Engineering, sementara instansi pembinanya adalah DPUPR Perakim Kota Mojokerto.

Menurut sumber, hingga lebih dari satu bulan masa pelaksanaan proyek berjalan, belum terlihat adanya perubahan signifikan dalam penegakan disiplin K3. Padahal proyek memiliki durasi pelaksanaan selama 150 hari kalender sehingga risiko kecelakaan kerja dinilai tetap tinggi apabila kepatuhan terhadap penggunaan APD tidak diawasi secara konsisten.

“Yang terlihat tertib hanya penggunaan rompi. Sementara helm dan sepatu keselamatan masih banyak yang tidak dipakai. Ini menimbulkan pertanyaan, apakah APD memang tersedia untuk seluruh pekerja atau pengawasannya yang tidak berjalan maksimal,” katanya.

Sumber menilai penggunaan APD bukan sekadar memenuhi persyaratan administrasi, melainkan merupakan kewajiban untuk melindungi pekerja dari risiko kecelakaan kerja. Ia menilai pembiaran terhadap pelanggaran tersebut berpotensi bertentangan dengan prinsip pelaksanaan proyek konstruksi yang mengedepankan keselamatan kerja.

Baca Juga:  Hadir di Tengah Duka, Widia Ningsih Peluk Warga Pagar Agung yang Terdampak Angin Kencang

“Semakin padat aktivitas pembangunan, semakin besar pula potensi kecelakaan apabila disiplin K3 diabaikan. Pengawasan dari kontraktor maupun konsultan pengawas harus benar-benar dijalankan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti masih adanya pekerja yang mengenakan sandal saat bekerja. Menurutnya, kondisi tersebut berisiko menyebabkan cedera akibat tertusuk benda tajam, tertimpa material, maupun terpeleset di area proyek.

“APD bukan sekadar perlengkapan formalitas, tetapi perlindungan dasar agar setiap pekerja dapat kembali ke rumah dengan selamat,” tambahnya.

Menanggapi temuan tersebut, Muhammad Andri, Asisten Pelaksana CV Dara Karya Mandiri, menyatakan perusahaan telah menyediakan sepatu keselamatan bagi para pekerja.

“Baik, Pak. Padahal sepatu sudah disiapkan. Dan pagi selalu dipakai. Saya siang tadi masih ke kantor.Di lokasi ada teman saya pelaksana. Sempat lihat ada orang naik pagar (foto),” ujarnya, Kamis (23/7/2026). Namun, sumber menilai penjelasan tersebut berbeda dengan kondisi yang ditemuinya di lapangan.

“Kalau benar APD sudah disediakan dan dipakai setiap pagi, mengapa pada jam kerja masih ditemukan pekerja tanpa perlengkapan keselamatan? Ini menjadi pertanyaan apakah pengawasan internal perusahaan berjalan atau justru terjadi pembiaran,” katanya, Minggu (26/7/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, CV Global Inovasi Engineering maupun DPUPR Perakim Kota Mojokerto belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan lemahnya pengawasan penerapan K3 di proyek tersebut.

Sesuai prinsip keberimbangan, redaksi memberikan kesempatan kepada DPUPR Perakim Kota Mojokerto, CV Dara Karya Mandiri, dan CV Global Inovasi Engineering untuk menyampaikan hak jawab, hak koreksi, maupun klarifikasi. Setiap penjelasan resmi yang diterima akan dimuat secara proporsional pada pemberitaan selanjutnya.

 

Pewarta: Agung Ch

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru