Kompas1.id
JAKARTA, 21 juni 2026 Jagat media sosial dan aplikasi percakapan digital kembali diguncang oleh kabar bohong (hoaks) yang meresahkan masyarakat. Sebuah poster berantai mengeklaim bahwa PT PLN (Persero) akan melakukan pemeliharaan jaringan terencana total, yang berakibat pada pemadaman listrik secara nonstop selama tiga hari di wilayah Jawa dan Bali pada 22–25 Juni 2026.
Kabar tersebut secara tegas dinyatakan palsu atau hoaks. PT PLN (Persero) memastikan tidak ada rencana pemadaman total (blackout) seperti yang dituduhkan dalam pesan berantai tersebut.
Klarifikasi Tegas dari PLN
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, menyatakan bahwa informasi yang beredar sama sekali tidak memiliki dasar hukum dan tidak dapat dipertanggungjawabkan.
”PT PLN (Persero) menegaskan bahwa informasi mengenai pemeliharaan jaringan terencana total di Jawa dan Bali yang akan mengakibatkan pemadaman selama 3 hari nonstop adalah tidak benar atau hoaks,” ujar Gregorius, Sabtu (20/6/2026).
Masyarakat sempat dibuat panik oleh narasi poster tersebut yang meminta warga menyiapkan genset, mengisi daya power bank, hingga menimbun persediaan makanan. PLN memastikan imbauan tersebut bukan berasal dari pihak mereka.
Cerdas Memilah Informasi
Kepanikan publik akibat hoaks seperti ini sangat merugikan. Oleh karena itu, PLN mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah berikut:
Jangan Mudah Percaya: Jangan langsung menelan mentah-mentah informasi yang beredar di grup WhatsApp atau media sosial tanpa ada tautan resmi.
Stop Penyebaran: Jangan ikut membagikan (share) pesan yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kegaduhan massal.
Gunakan Kanal Resmi: Seluruh info valid mengenai pemeliharaan berkala, gangguan, maupun layanan kelistrikan hanya bersumber dari:
Aplikasi resmi PLN Mobile
Situs web resmi PLN
Akun media sosial resmi PLN yang terverifikasi (centang biru)
Lewat klarifikasi resmi ini, warga di seluruh wilayah Jawa dan Bali diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas normal tanpa perlu mengkhawatirkan isu pemadaman massal tersebut. BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG















