Aceh Singkil komaps1.id –
Sejumlah warga Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, mengeluhkan belum terealisasinya bantuan dana rehabilitasi pascabanjir yang melanda wilayah tersebut sekitar enam bulan lalu.
Salah seorang warga terdampak, Jurmiah, mengatakan rumah miliknya mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir. Namun hingga kini, ia mengaku belum menerima bantuan perbaikan maupun rehabilitasi dari pemerintah.
“Sudah lebih enam bulan banjir berlalu, tetapi sampai sekarang rumah kami belum juga tersentuh bantuan rehab, baik untuk rumah rusak ringan, sedang, maupun berat,” ujar Jurmiah, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, kondisi rumah yang rusak membuat aktivitas keluarga menjadi terganggu. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan bantuan bagi warga terdampak banjir, khususnya masyarakat yang mengalami kerusakan rumah berat.
Menanggapi keluhan tersebut, anggota DPRK Aceh Singkil dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Doni Maradonna meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat yang belum menerima bantuan rehabilitasi pascabanjir.
Doni menilai penanganan pascabanjir perlu dipercepat agar masyarakat dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman. Ia juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pekerjaan Umum segera turun tangan menangani rumah warga yang mengalami kerusakan parah.
“Kami meminta BPBD dan Dinas PU Bina Marga Aceh Singkil segera menindaklanjuti keluhan masyarakat yang hingga kini belum tersentuh bantuan pascabanjir. Rumah-rumah rusak masyarakat masih tinggal di rumah dengan kondisi terbuka dan sangat prihatin terlihat jelas, ini perlu segera direalisasikan,” kata Doni.
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Singkil beberapa waktu lalu menyebabkan banyak rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Hingga kini, warga masih menunggu realisasi bantuan rehabilitasi baik rusak ringan, rusak sedang dan rusak berat dari pemerintah.
Reporter Sabri














