Majalengka, http://Kompas1.id–
Di tengah keterbatasan sarana prasarana dan kondisi bangunan yang memprihatinkan, semangat belajar siswa SDN Mekarjaya IV, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat tak pernah padam. Hal itu terlihat saat pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PMBK) dan kegiatan belajar mengajar yang tetap berjalan dengan antusias.
Sekolah yang melayani 88 siswa ini telah menerima Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 80.960.000, disalurkan dalam dua tahap. Dana tersebut menjadi tumpuan utama untuk menjaga operasional sekolah tetap berjalan.
Kepala SDN Mekarjaya IV, Ela Sulaesih, mengaku kondisi fisik sekolah saat ini sudah mendesak untuk direnovasi. Ia berharap pemerintah segera hadir melalui program revitalisasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
> “Kami memohon kepada pemerintah supaya tempat belajar siswa memadai dan sudah harus direnovasi. Kalau memakai Dana BOS tidak bakal cukup. Tapi anak-anak tetap semangat datang ke sekolah, itu yang membuat kami terus berjuang,” ungkap Ela.
Dana BOS Digunakan untuk Menopang Pembelajaran.
Pada Tahap 1 yang cair 21 Januari 2025, dana Rp 40.480.000 dialokasikan untuk asesmen, pembelajaran ekstrakurikuler, pengembangan perpustakaan, dan operasional sekolah. Pos pemeliharaan sarana prasarana saat itu baru Rp 411.950.
Memasuki Tahap 2 yang cair 8 September 2025, alokasi berubah. Pemeliharaan sarana prasarana meningkat signifikan menjadi Rp 6.903.500, menunjukkan upaya sekolah untuk merawat fasilitas yang ada semaksimal mungkin. Pos lain seperti pengembangan perpustakaan, kegiatan pembelajaran, dan honor guru tetap berjalan.
Kepala sekolah menegaskan, seluruh penggunaan anggaran siap diklarifikasi dan telah diumumkan sesuai Pasal 37 Permendikbud No. 63 Tahun 2022.
Semangat yang Mengalahkan Keterbatasan.
Di ruang kelas yang sederhana, siswa-siswa SDN Mekarjaya IV tetap mengikuti pelajaran, berdiskusi, dan berkreasi. Keterbatasan tidak membuat mereka berhenti bermimpi. Semangat inilah yang menjadi alasan kuat mengapa sekolah terus memperjuangkan perbaikan fasilitas.
“Anak-anak tidak pernah mengeluh. Mereka datang pagi-pagi, belajar dengan serius. Itu pengingat bagi kami bahwa pendidikan tidak boleh berhenti,” tambah Ela.
Red & Tim.














