DI BALIK SIMBOL PERDAMAIAN: ANCAMAN PENCURIAN DATA BIOMETRIK LEWAT POSE ‘PEA

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 23:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOMPAS1.ID Selasa, 19 Mei 2026
Mengacungkan dua jari membentuk huruf “V” atau yang lebih dikenal sebagai pose peace sudah menjadi kebiasaan umum hampir semua orang saat berfoto. Gerakan yang melambangkan kedamaian dan kegembiraan ini kerap muncul dalam berbagai momen, mulai dari swafoto pribadi hingga foto kebersamaan yang diunggah ke media sosial.

Namun, di tengah pesatnya kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan kualitas kamera ponsel yang semakin canggih, gestur sederhana ini ternyata menyimpan bahaya tersembunyi. Para ahli keamanan siber mengingatkan, pose yang dianggap tidak berbahaya ini justru bisa menjadi jalan bagi pencurian data biometrik yang sangat sensitif.

Foto Bisa Ungkap Detail Sidik Jari

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahaya ini terungkap setelah sejumlah peneliti di China menjelaskan bagaimana data pribadi bisa diambil hanya dari sebuah gambar. Teknologi pengolahan foto berbasis AI kini mampu memperjelas bagian terkecil dari sebuah gambar, termasuk garis-garis unik yang ada pada sidik jari manusia.

Penelitian menunjukkan, risiko ini semakin besar jika foto diambil dalam jarak 1,5 hingga 3 meter, di mana sidik jari menghadap langsung ke arah kamera. Bahkan, hal ini bukan lagi sekadar teori. Menurut laporan South China Morning Post, kasus penyalahgunaan ini sudah terjadi di dunia nyata.

Di Hangzhou, misalnya, pelaku kejahatan berhasil menduplikasi sidik jari korban hanya dari foto yang tersebar, lalu menggunakannya untuk membuka kunci pintu rumah pintar milik korban. Kasus lain juga mencatat adanya penyalahgunaan sidik jari palsu untuk mengakses layanan keuangan dengan nilai kerugian mencapai ratusan ribu yuan.

Data Biometrik Tak Bisa Diganti

Yang paling mengkhawatirkan adalah sifat data biometrik itu sendiri. Berbeda dengan kata sandi atau nomor PIN yang bisa diubah sewaktu-waktu jika diketahui orang lain, data seperti sidik jari dan pemindaian wajah bersifat permanen dan tidak bisa diganti seumur hidup.

Baca Juga:  ‎Rawa Singkil Dan Cerita Alam Yang Tak Pernah Hilang Dari Ingatan Masyarakat

Jika data ini berhasil dicuri atau digandakan, maka risiko penyalahgunaan akan terus membayangi korban. Pihak yang tidak bertanggung jawab bisa memanfaatkannya untuk berbagai tindakan kriminal, mulai dari penipuan identitas, pembobolan akun keuangan, akses ilegal ke fasilitas tertutup, hingga pemalsuan dokumen resmi.

Meskipun Pei Zhiyoung, Direktur Pusat Penelitian Keamanan Industri Qianxin, menyatakan bahwa proses ekstraksi data ini secara teknis cukup rumit dan kasusnya masih jarang terjadi, kemajuan teknologi yang berjalan sangat cepat menuntut kita untuk tetap waspada dan tidak meremehkan ancaman ini.

Cara Melindungi Diri

Kesadaran akan bahaya ini tidak berarti kita harus berhenti berfoto atau berbagi momen di media sosial. Kuncinya ada pada kewaspadaan dan langkah pencegahan yang tepat. Para ahli keamanan digital menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan:

Pertama, samarkan detail tangan sebelum mengunggah foto. Gunakan fitur penyuntingan untuk mengaburkan atau memberi efek mosaik pada bagian ujung jari dan telapak tangan agar sidik jari tidak terlihat jelas.

Kedua, perhatikan jarak dan pencahayaan saat berfoto. Hindari mengambil gambar dari jarak terlalu dekat dengan cahaya yang terlalu terang, karena hal itu akan memperlihatkan tekstur kulit dan garis jari secara sangat rinci.

Ketiga, atur kebijakan privasi akun. Batasi siapa saja yang bisa melihat unggahan Anda dengan mengubah akun menjadi privat, sehingga foto tidak bisa diakses dan diambil oleh sembarang orang.

Teknologi memang membawa banyak kemudahan, namun juga datang dengan risiko baru yang perlu diwaspadai. Melindungi data pribadi kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dunia maya. Keamanan identitas kita sangat bergantung pada seberapa bijak kita dalam memilah apa yang dibagikan kepada publik.

BOB HARIAWAN
KABIRO KOTA BANDUNG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT
Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage
Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat
Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”
Kuasa Hukum Tegaskan Suryadi Sah Terpilih sebagai Kepala Desa Lae Ikan
Perkuat Pembangunan Desa, Pemdes Tenjolaya Gandeng Unpas
Semarak HUT TNI ke-81, TNI-Polri dan Komunitas Bersatu Gelar Touring, Karya Bakti dan Bakti Sosial di Goa Seplawan
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 01:50 WIB

JOKOWI HADIRI RAKORDA PSI JABAR, MINTA STRUKTUR PARTAI AKTIF DAN DEKAT DENGAN RAKYAT

Sabtu, 26 September 2026 - 12:38 WIB

Cibadak Culinary Day and Night Meriahkan HJKB ke-216, Bawa Nuansa Nostalgia Era 80–90-an

Sabtu, 26 September 2026 - 11:21 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union” di Laswi Heritage

Sabtu, 26 September 2026 - 11:13 WIB

Mengaku Wartawan Trans TV dari Medan, Empat Oknum Bikin Resah Sekolah di kecamatan Sultan Daulat

Sabtu, 26 September 2026 - 10:05 WIB

Apresiasi Lendeng Bikers Indonesia untuk “The Kulture Union”

Berita Terbaru