Presma USBR desak BPK agar melakukan audit secara transparan dan menyeluruh terhadap anggaran kunjungan kerja DPRD Kabupaten Lebak

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Media Kompas1.id-

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten saat ini sedang melakukan proses pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak untuk Tahun Anggaran 2025.

Hal ini telah dikonfirmasi oleh Humas BPK Banten, Denis, saat dimintai keterangan pada Jumat (10/4/2026), yang menjustifikasi bahwa proses audit sedang dalam proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sesuai dengan agenda yang sudah ditentukan bahwa hasil audit tersebut sudah memiliki target bahwa akan selesai seutuhnya dan akan dipublikasikan secara transparan bulan Mei tahun 2026.

Di satu sisi yang berbeda, masifnya nilai anggaran yang dikelola menuai berbagai pro dan kontra di tengah sorotan dari masyarakat. Rizqi Ahmad Fauzi selaku Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung memiliki pandangan bahwa penggunaan alokasi dana kunjungan kerja DPRD tersebut memiliki kesan boros dan kurang berpihak pada kepentingan publik.

“Distribusi anggaran kunker nilainya sangat membludak, tapi hingga kini kami belum menemukan efektivitas penggunaan aplikasi dana tersebut. Dan juga kurang berorientasi pada kebutuhan apalagi kepentingan masyarakat”. Ujarnya

Baca Juga:  Dinilai Peduli Dengan MLT, Pemdes Soahukum Berikan Apresiasi Positif Terhadap "Haji Romo Nitiyudo Wachjo"

Rizqi juga menduga bahwa penggunaan anggaran Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Lebak terdapat kejanggalan didalamnya, bahwa terdapat anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) yang bersumber dari uang kas rutin anggota Dewan Perwakilan Daerah Kabupaten Lebak.
“Di DPRD Lebak itu ada anggaran kas anggota, dan Anggaran BTT di DPRD juga itu harus di audit secara tuntas!”. Ujarnya

Dengan ini Presiden Mahasiswa Universitas Setia Budhi Rangkasbitung, yakni Rizqi Ahmad Fauzi mendesak kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar melakukan proses audit secara professional, transparan, akuntabel, dan komprehensif untuk menguak dugaan-dugaan kejanggalan dalam pengelolaan keuangan daerah di tingkat DPRD Kabupaten Lebak
“BPK harus aktif, jangan pasif. Karena ini menyangkut keuangan daerah, maka harus dilakukan proses audit yang jelas, diketahui oleh masyarakat, dan dapat dipertanggungjawabkan, jangan sampai kecolongan!”. Pungkasnya
( Reporter Aris Prastio)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pernyataan Sikap Aliansi Warga Purworejo Jelang Aksi di DPRD dan Kejari Purworejo
Melalui Sosialisasi E-Kinerja, DALDUKPPA Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat
Berusaha, Berdoa: Semboyan Pemimpin Subulussalam Wujudkan Kemajuan di Tengah Tantangan
Tanggapi Marak Kejahatan Jalanan, Gubernur Dedi Mulyadi Koordinasi Polda Jabar: Pasang Aparat Bersenjata di Titik Rawan
Salah Tulis Kota Jadi Kabupaten, CV Dara Karya Mandiri Didesak Aktivis Ganti Papan Proyek Yang Tak Akurat
Kejari Bogor Tahan ASN Pemkab Bogor Terkait Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara yang Rugikan Negara Rp9,17 Miliar
Polda Jabar Bongkar Judi Online Berkedok Live Streaming, 11 Tersangka Diamankan
Dua Bulan Operasi, Polres Garut Ungkap 13 Kasus Narkoba: 20 Tersangka dan Ratusan Paket Barang Bukti Diamankan
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:59 WIB

Pernyataan Sikap Aliansi Warga Purworejo Jelang Aksi di DPRD dan Kejari Purworejo

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:35 WIB

Melalui Sosialisasi E-Kinerja, DALDUKPPA Tingkatkan Kualitas Pelayanan Masyarakat

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:45 WIB

Berusaha, Berdoa: Semboyan Pemimpin Subulussalam Wujudkan Kemajuan di Tengah Tantangan

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:57 WIB

Salah Tulis Kota Jadi Kabupaten, CV Dara Karya Mandiri Didesak Aktivis Ganti Papan Proyek Yang Tak Akurat

Selasa, 21 Juli 2026 - 08:22 WIB

Kejari Bogor Tahan ASN Pemkab Bogor Terkait Dugaan Korupsi RSUD Bogor Utara yang Rugikan Negara Rp9,17 Miliar

Berita Terbaru