Sepanjang Maret 2026, wilayah Jawa Barat dan sekitarnya tercatat diguncang hingga 111 kali gempa bumi

- Penulis

Sabtu, 4 April 2026 - 11:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
Fakta mengejutkan terungkap dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Sepanjang Maret 2026, wilayah Jawa Barat dan sekitarnya tercatat diguncang hingga 111 kali gempa bumi.

Data dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung menunjukkan, kekuatan gempa yang terjadi bervariasi, mulai dari magnitudo kecil 0,9 hingga yang terbesar mencapai 5,4 magnitudo. Angka ini membuat publik mulai bertanya-tanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi di bawah permukaan tanah Jawa Barat?

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengungkapkan mayoritas gempa yang terjadi termasuk kategori dangkal. Tercatat 98 kejadian berada di kedalaman kurang dari 60 kilometer, sementara 13 lainnya berada di kedalaman menengah antara 60 hingga 300 kilometer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, dari ratusan gempa tersebut, lima di antaranya bahkan sempat dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu yang paling kuat terjadi pada 13 Maret 2026 dengan magnitudo 5,4 yang berpusat di Sukabumi dan getarannya terasa hingga Garut dan Tasikmalaya.

Baca Juga:  Smartphone dan Dunia Digital: Jendela Menuju Konektivitas Global

Jika ditelusuri lebih jauh, sebanyak 67 gempa berpusat di laut, sedangkan 44 lainnya terjadi di darat. BMKG menyebut gempa-gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang memang tersebar di wilayah Jawa Barat.

Kondisi ini membuat masyarakat diminta untuk tidak lengah. BMKG mengingatkan agar warga menghindari bangunan yang sudah retak atau rusak akibat gempa, serta selalu waspada jika terjadi guncangan susulan.

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Saat gempa terjadi, penting untuk mengikuti arahan dari BPBD setempat dan informasi resmi dari BMKG.

Dengan frekuensi gempa yang cukup tinggi dalam waktu singkat, kewaspadaan menjadi kunci. Jawa Barat sedang aktif, dan semua warga diminta untuk lebih siap menghadapi kemungkinan yang bisa terjadi kapan saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GEGAR LIGA DESA 2026! Bocah 15 Tahun Gegarkan Lapangan, Savia Aira Putri Jadi Atlet Terbaik!
AMPAS Desak Bupati Safriadi Oyon Tertibkan Penggunaan Mobil Dinas Milik Daerah
‎Polres Aceh Singkil Tangani Dugaan Penganiayaan terhadap Jurnalis di PT SSM, Korban Sudah Divisum
Polres Pekalongan Gelar Upacara HAORNAS ke-43, Dorong Masyarakat Aktif dan Bugar
PROYEK RP1,08 MILIAR REVITALISASI SDN 1 CILEULEUY KUNINGAN DIDUGA ABAIKAN K3, KEPSEK DAN P2SP SEBAGAI PELAKSANA DISOROT
Pelayanan Capil Dikeluhkan Lamban, Budi Harjo: Masyarakat Berhak Tahu Apa Kendalanya
Forum Orang Tua Siswa SDN 01 Soreang Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
TP PKK–IRL Lampung Utara Satukan Langkah, Pemberdayaan Lansia Diperkuat
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:59 WIB

GEGAR LIGA DESA 2026! Bocah 15 Tahun Gegarkan Lapangan, Savia Aira Putri Jadi Atlet Terbaik!

Rabu, 9 September 2026 - 08:05 WIB

AMPAS Desak Bupati Safriadi Oyon Tertibkan Penggunaan Mobil Dinas Milik Daerah

Rabu, 9 September 2026 - 07:20 WIB

‎Polres Aceh Singkil Tangani Dugaan Penganiayaan terhadap Jurnalis di PT SSM, Korban Sudah Divisum

Rabu, 9 September 2026 - 06:15 WIB

Polres Pekalongan Gelar Upacara HAORNAS ke-43, Dorong Masyarakat Aktif dan Bugar

Rabu, 9 September 2026 - 05:21 WIB

Pelayanan Capil Dikeluhkan Lamban, Budi Harjo: Masyarakat Berhak Tahu Apa Kendalanya

Berita Terbaru