DPRK Harus Memilih: Menjadi Wakil Rakyat Bermartabat atau Sekadar Stempel Kebijakan Rezim

- Penulis

Senin, 29 Desember 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil lompas1.id
— Aliansi Muda Penggerak Aceh Singkil (AMPAS) menegaskan bahwa DPRK Aceh Singkil saat ini berada di persimpangan sejarah.

Lembaga legislatif yang seharusnya menjadi wakil rakyat, justru dinilai kehilangan marwah, dan daya tawar, di bawah rezim pemerintahan Aceh Singkil kali ini.

Sekretaris Jenderal AMPAS, Budi Harjo, menyampaikan bahwa DPRK tidak boleh terus-menerus berada dalam posisi pasif dan terkesan tunduk terhadap kekuasaan eksekutif. Menurutnya, lemahnya sikap DPRK mencerminkan krisis keberanian dan independensi lembaga wakil rakyat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“DPRK harus memilih: menjadi wakil rakyat yang bermartabat, atau sekadar menjadi stempel kebijakan rezim,” tegas Budi Harjo.

Ia menilai, dalam berbagai persoalan strategis daerah, DPRK Aceh Singkil gagal menunjukkan sikap kritis dan pengawasan yang kuat. Padahal, fungsi utama DPRK adalah mengontrol jalannya pemerintahan, memastikan penggunaan anggaran berpihak kepada rakyat, serta menjaga transparansi dan akuntabilitas kekuasaan.

Baca Juga:  Anggota DPRK Aceh Singkil Kunjungi Korban Kebakaran

AMPAS melihat kondisi ini sebagai ancaman serius bagi demokrasi lokal. Ketika DPRK tidak dihargai atau justru membiarkan dirinya dilemahkan, maka kebijakan daerah berpotensi berjalan tanpa kontrol dan jauh dari kepentingan masyarakat.

“Jika DPRK terus diam dan tidak berani bersuara, maka marwah lembaga ini akan semakin runtuh. Rakyat tidak membutuhkan wakil yang hanya hadir saat seremonial, tetapi wakil yang berani membela kepentingan publik,” lanjutnya.

AMPAS mendesak seluruh anggota DPRK Aceh Singkil untuk segera mengembalikan marwah lembaga, bersikap independen, dan menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal tanpa takut tekanan politik.

Menurut AMPAS, DPRK Aceh Singkil harus membuktikan kepada publik bahwa mereka masih layak disebut wakil rakyat, bukan alat legitimasi kekuasaan.

“Sejarah akan mencatat, siapa yang berdiri bersama rakyat dan siapa yang memilih menjadi bagian dari pembiaran,” tutup Budi Harjo.

Reporter Sabri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah
HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap
Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil
‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik
‎Kembali Menjadi Sorotan Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026
‎Mediasi Memanas, Gemuka Kecewa Pemkab Aceh Singkil Tak Berikan Jaminan Tertulis Pendataan Ulang Jadup
‎Resmi Beroperasi Dapur SPPG Permata Harapan Madani Siap Perkuat Program MBG di Aceh Singkil
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WIB

HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 April 2026 - 11:40 WIB

Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap

Selasa, 21 April 2026 - 15:41 WIB

Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil

Jumat, 3 April 2026 - 03:07 WIB

‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik

Berita Terbaru