PULUHAN JUTA DANA BOS SDN SUNIA II JADI SOROTAN. Anggaran Administrasi dan Perpustakaan Capai Rp.82 Juta, Hasilnya Di Mana?

- Penulis

Senin, 18 Mei 2026 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, http://Kompas1.Id
Angka pada laporan keuangan sering tampak tenang. Tersusun rapi, lengkap dengan pagu, realisasi, dan rincian penggunaan. Di atas kertas, semuanya terlihat selesai. Namun dalam tradisi kerja investigasi, justru di titik itulah pertanyaan biasanya dimulai.

Penelusuran terhadap Dana BOS SD Negeri Sunia II membuka jejak angka yang memunculkan sejumlah pertanyaan. Sekolah dengan NPSN 20213970 di Blok Taman Baru, Desa Sunia, Kec. Banjaran, Kab. Majalengka ini dipimpin Kepala Sekolah Kusmaheri.

Data Dapodik per Mei 2026 mencatat 83 peserta didik. Sementara basis penerima BOS mencatat 81 siswa pada 2024 dan naik menjadi 85 siswa pada 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perbedaan jumlah siswa bukan otomatis kejanggalan karena BOS memakai mekanisme cut-off Dapodik. Tapi perhatian bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: bagaimana uang negara dibelanjakan dan apakah jejaknya bisa ditelusuri?

Aliran Dana BOS 2024-2025

Tahun 2024 :
– Tahap I: Rp37.260.000
– Tahap II: Rp37.260.000
– Total: Rp74.520.000

Tahun 2025 :
– Tahap I: Rp39.100.000
– Tahap II: Rp39.100.000
– Total: Rp78.200.000

Sekilas angka ini lazim. Tapi ketika rincian dibedah, satu komponen muncul berulang dengan nilai mencolok :

Administrasi Kegiatan Sekolah.

– Tahap I 2024: Rp.8.364.250
– Tahap II 2024: Rp.3.904.673
– Tahap I 2025: Rp.20.008.100
– Tahap II 2025: Rp.12.349.500

Total 2 tahun: Rp.44.626.523

Bagi pemeriksa keuangan, angka besar belum tentu bermasalah. Tapi angka besar yang sulit dipahami rinciannya biasanya mengundang pertanyaan lebih dalam.

Pertanyaan awal :
1. Administrasi seperti apa yang menyerap lebih dari Rp.44 juta di sekolah dengan 85 siswa?
2. Siapa penyedianya? Apa barang yang dibeli? Berapa volumenya? Kapan transaksi dilakukan? Siapa penerimanya? Apakah barangnya benar-benar ada?

Anggaran Perpustakaan Juga Mencolok.

Komponen Pengembangan Perpustakaan tercatat :
– Tahap I 2024: Rp.9.951.050
– Tahap II 2024: Rp.13.804.153
– Tahap I 2025: Rp.10.258.900
– Tahap II 2025: Rp.3.419.600

Baca Juga:  Kapolda Lampung Musnahkan Barang Bukti Narkotika Rp264,9 Miliar dan 166 Senjata Api Ilegal, Tegaskan Perang Tanpa Kompromi terhadap Kejahatan

Total: Rp.37.433.703

Jika digabung dengan anggaran administrasi, nilainya mencapai Rp.82.060.226. Angka ini hampir setara dengan satu tahun pagu Dana BOS sekolah.

Di titik ini sorotan bergeser dari “berapa yang dibelanjakan” menjadi “apa hasil yang terlihat”.

Pertanyaan pada realitas lapangan :
1. Jika puluhan juta dibelanjakan untuk perpustakaan, apa yang berubah di sekolah?
2. Berapa buku yang datang? Rak apa yang bertambah? Siapa penyedianya?
3. Apakah barang masuk daftar inventaris? Apakah volume sebanding dengan nilai transaksi?

Dalam banyak pemeriksaan, masalah tidak muncul saat SPJ tersedia. Masalah muncul ketika SPJ ada tapi barang sulit ditemukan, atau anggaran besar tercantum tapi hasil fisiknya minim.

Honor Guru Juga Berfluktuasi

Pembayaran honor tercatat:
– Tahap I 2024: Rp8.550.000
– Tahap II 2024: Rp5.550.000
– Tahap I 2025: Rp1.500.000
– Tahap II 2025: Rp4.500.000

Fluktuasi ini lazim mengarahkan pemeriksa pada daftar penerima, SK, absensi, dan bukti pembayaran. Angka Rp250.000 juga muncul berulang pada pola pencatatan 2024. Nilai kecil, tapi dalam audit angka kecil yang berulang sering jadi pintu masuk pertanyaan besar.

Konfirmasi Belum Ditanggapi

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi kepada Kepala Sekolah Kusmaheri sudah dilakukan untuk meminta penjelasan pola penggunaan anggaran dan dokumen pendukung. Namun pihak sekolah belum memberikan tanggapan resmi.

Hak jawab tetap terbuka bagi SDN Sunia II dan Dinas Pendidikan Kab. Majalengka.

Sebab dalam pengelolaan uang negara, yang dipersoalkan bukan semata berapa besar dana diterima. Yang dipersoalkan adalah apakah setiap angka benar-benar punya jejak, bukti, dan hasil yang bisa dilihat publik.

Red & Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jernihnya Air Landau Badai, Pesona Alam yang Mengajarkan Arti Menjaga Lingkungan
Kapolsek Tanjung Raja dan Kasi Intel Kejari Ogan Ilir Hadiri Lomba Perahu Bidar Tradisional Piala Gubernur Sumsel
MAHASISWA UNPAD SERAHKAN KAJIAN KEKERASAN APARAT KEPADA KAPOLDA JABAR, INI TANGGAPAN IRJEN PIPIT RISMANTO
Krisna Alamsyah Serap Aspirasi Masyarakat melalui Reses
PENGEROYOKAN WARTAWAN DI JALAN RAYA CIBUBUR PERMAI — MELANGGAR UU PERS & KUHP, PELAKU TERANCAM PIDANA BERLAPIS
Himpunan Mahasiswa Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) Pertanyakan Urgensi Hingga Dugaan Konflik Kepentingan
🇮🇩 MERIAHKAN HUT RI KE-81, PJS DESA BOJONG MALAKA GELAR LOMBA MANCING MANIA DI KOLAM MILIK DESA
4 KEMAMPUAN INTI DALAM PROGRAM “JIAR MENGAJI” SMPN 1 ARJASARI BINAAN H. DENI PERMANA.
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:19 WIB

Jernihnya Air Landau Badai, Pesona Alam yang Mengajarkan Arti Menjaga Lingkungan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:15 WIB

Kapolsek Tanjung Raja dan Kasi Intel Kejari Ogan Ilir Hadiri Lomba Perahu Bidar Tradisional Piala Gubernur Sumsel

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:31 WIB

MAHASISWA UNPAD SERAHKAN KAJIAN KEKERASAN APARAT KEPADA KAPOLDA JABAR, INI TANGGAPAN IRJEN PIPIT RISMANTO

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

Krisna Alamsyah Serap Aspirasi Masyarakat melalui Reses

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:53 WIB

PENGEROYOKAN WARTAWAN DI JALAN RAYA CIBUBUR PERMAI — MELANGGAR UU PERS & KUHP, PELAKU TERANCAM PIDANA BERLAPIS

Berita Terbaru

Berita

Krisna Alamsyah Serap Aspirasi Masyarakat melalui Reses

Sabtu, 22 Agu 2026 - 11:12 WIB