Meningkatnya Deman Berdarah Di Aceh Singkil, Hingga Angkanya Sudah Mencapai Jumlah 130 Kasus.

- Penulis

Sabtu, 1 November 2025 - 03:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

.Aceh Singkil Kompas1id
Aceh Singkil- Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh, tahun 2025 mengalami peningkatan drastis dari tahun sebelumnya.

Hingga akhir September 2025, angka DBD di Kabupaten Aceh Singkil sudah mencapai jumlah 130 kasus. Sementara kasus DBD pada tahun sebelumnya (2024) hanya sebanyak 31 kasus.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Aceh Singkil Mursal SKM MMKes didampingi Kasubag Program Apriadi yang dikonfirmasi awak media diruang kerjanya, Kamis, (30/10) mengungkapkan, kasus DBD meningkat drastis dari tahun lalu hingga mencapai 130 kasus per September 2025.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini disebabkan karena perilaku masyarakat yang kurang kesadaran menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sebab ini salah satu solusi untuk mencegah penyebaran penyakit DBD yang disebabkan nyamuk Aedes Aegypti.

Dijelaskannya, persoalan kesehatan ini ditentukan oleh 4 faktor. Yakni faktor lingkungan, faktor perilaku, pelayanan kesehatan dan faktor genetik.

Sementara di Aceh Singkil ini kondisi lingkungannya banyak genangan air yang menyebabkan tempat jentik nyamuk berkembang biak.

Sehingga sangat penting tindakan yang dilakukan yakni pembersihan sarang nyamuk (PSR). “Kondisi lingkungan kita buruk tambah perilaku tidak sehat, jadi lengkap la dia semua,” ucap Mursal.

Sementara itu, jumlah kasus tertinggi DBD ini paling banyak di Simpang Kanan, yakni sebanyak 53 kasus, disusul Kecamatan Gunung Meriah sebanyak 44 kasus.

Kemudian kecamatan Singkil Utara berjumlah 16 kasus, Kecamatan Singkil 10 kasus.

Baca Juga:  Rumput Liar Tumbuh Panjang di Halaman Bangunan SKB Aceh Singkil

Selanjutnya Pulau Banyak dan Singkohor masing-masing 2 kasus. Kemudian Danau Paris, Suro dan Kecamatan Kuala Baru masing-masing 1 kasus.

“Pulau Banyak Barat dan Kuta Baharu bersih dari DBD,” terang Mursal.

Begitupun katanya, kebiasaan masyarakat saat ini setelah ada kasus minta di foging. Padahal foging hanya untuk memberantas nyamuk dewasa. Untuk jentik-jentik nya masih terus berkembang biak dan menjadi ancaman DBD selanjutnya

Untuk antisipasi penyebarannya, Dinas Kesehatan terus gencar melakukan sosialisasi secara langsung maupun iklan di radio. Agar masyarakat rutin membersihkan bak mandi dan tempat penampung air lainnya, yakni dengan menguras, membersihkan dan menimbun tempat-tempat yang bisa menampung air.

Lebih lanjut Mursal mengungkapkan, pihaknya telah berkordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Kemendes saat berlangsungnya zoom serentak.

Dalam zoom yang berlangsung tersebut, Kemendes memperbolehkan dana desa untuk penanganan kesehatan terkait malaria dan DBD di desa.

Jadi solusinya untuk penanganan DBD ini, agar desa-desa endemik, perlu pemberantasan jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti, yakni dengan insektisida dan Larvasida.

Untuk pemberantasannya setelah foging perlu membunuh jentik-jentik nyamuknya dengan insektisida dan larvasida ini

“Penggunaannya jangan yang ditabur, bisa hanyut. Jadi dibungkus saja dengan kain seperti teh celup, kemudian diikat di genangan-genangan air, ini bisa tahan lama,” terang Mursal.

Sehingga pengadaannya larvasida ini bisa menggunakan dana desa setelah dibuatkan regulasi dan dikeluarkan Perbup oleh bupati, pungkasnya. (*)

Sabri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah
HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif
Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap
Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil
‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik
‎Kembali Menjadi Sorotan Pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Singkil Tahun 2026
‎Mediasi Memanas, Gemuka Kecewa Pemkab Aceh Singkil Tak Berikan Jaminan Tertulis Pendataan Ulang Jadup
‎Resmi Beroperasi Dapur SPPG Permata Harapan Madani Siap Perkuat Program MBG di Aceh Singkil
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 05:08 WIB

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026: Disdikbud Aceh Singkil Instruksikan Upacara Serentak di Sekolah

Minggu, 26 April 2026 - 11:16 WIB

HUT ke-27 Aceh Singkil, SWI Desak Pemda Prioritaskan UMKM dan Ekonomi Kreatif

Kamis, 23 April 2026 - 11:40 WIB

Kondisi Lampu Jembatan Penghubung Dari Aceh Singkil Ke Aceh Selatan Penerangnya Gelap

Selasa, 21 April 2026 - 15:41 WIB

Sazqia Amanda Tuntaskan Setoran 30 Juz dalam 24 Jam, Catat Rekor Tahfiz di Aceh Singkil

Jumat, 3 April 2026 - 03:07 WIB

‎Kondisi Halaman UPTD SPF SD Takal Pasir di Kabupaten Aceh Singkil Menuai Kritik

Berita Terbaru