Warga Masyarakat Ciparay Keluhkan Biaya Tagihan Air Minun PDAM Meroket Hinga 200% Lebih Tarif nya

- Penulis

Selasa, 21 Oktober 2025 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ciparay Kompas1.id
Kekecewaan di Rasakan Masyarakat Ciparay dengan Naik Nya Pembayaran Air Minun PDAM Lebih dari Seperti Biasa padahal Pemakaian tida melebihi Yang Seperti Biasa Bahkan Kurang dari Biasa pemakaian nya Hingga Meresa di Rugikan Pihak Konsumen Selasa (21/10/2025)

Menurut Keterangan Salaha satu Pelanggan Air Minum PDAM ,Pepen Mengatakan Kekecewaan Sangat Besar Terutama di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, menyuarakan kekecewaan dan keresahan mendalam terkait lonjakan drastis pada tagihan air minum dari PDAM Tirta Raharja setempat.
Kenaikan tagihan ini dilaporkan mencapai hingga tujuh kali lipat Katanya.

“Sehingga membuat warga merasa terbebani tanpa adanya peningkatan kualitas pelayanan yang sepadan.
​Menurut laporan dari beberapa pelanggan, tagihan bulanan yang sebelumnya stabil di kisaran Rp100.000 kini tiba-tiba melonjak tajam, berkisar antara Rp491.000 hingga Rp700.000 per bulan Tegas Pepen.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Kami sangat kaget dan merasa tidak puas. Dulu bayar sekitar seratus ribu per bulan, sekarang bisa mencapai hampir tujuh ratus ribu. Kenaikannya gila-gilaan,” ujar salah seorang warga Ciparay Pepen “Yang membuat kami lebih kecewa, kenaikan harga ini tidak diimbangi dengan perbaikan pelayanan. Air sering mati, kadang keruh, tapi tagihan terus naik.”
​Keresahan ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Ciparay, Semua nya.

Baca Juga:  Kapolres Pekalongan Pimpin Patroli Skala Besar Tetap Kondusif

“mempertanyakan dasar perhitungan tagihan yang dinilai tidak transparan dan meminta PDAM untuk segera memberikan penjelasan resmi mengenai kenaikan tarif yang begitu signifikan ini.
​Warga berharap pihak PDAM Tirta Raharja Cabang Ciparay dan Pemerintah Kabupaten Bandung dapat menanggapi keluhan ini dengan serius. Mereka menuntut adanya audit terhadap sistem perhitungan tagihan serta evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional pelayanan (SOP) untuk memastikan bahwa tarif yang dibebankan sebanding dengan kualitas layanan yang diterima.Pungakas Pepen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

‎Hukum Adalah Panglima : Ampas Desak Pemkab Aceh Singkil Taati Regulasi Terkait Kasus Kades Rajab
KEBAKARAN LANDA RESTORAN AYCE DI JALAN LOMBOK BANDUNG
Putra Terbaik Jurnalis Aceh Singkil Ikuti Tradisi Pembaretan TNI AD Gelombang 1 2026 ‎
Silaturahim HIPMI: Sinergi Lama-Baru untuk Wirausaha Berdikari
KAPOLRES OGAN ILIR RESMI BUKA TURNAMEN FUTSAL KAPOLRES CUP DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE-80*
DPC LAKI Dukung Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Kota Subulussalam
Viral di Media Sosial: Bansos Diduga Tidak Dibagikan dan Ditimbun di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun
Gubernur Dedi Mulyadi Gelar Sayembara Rp250 Juta untuk Tangkap Buronan Kasus Penyekapan Sadis di Bandung
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:51 WIB

‎Hukum Adalah Panglima : Ampas Desak Pemkab Aceh Singkil Taati Regulasi Terkait Kasus Kades Rajab

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:33 WIB

KEBAKARAN LANDA RESTORAN AYCE DI JALAN LOMBOK BANDUNG

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:27 WIB

Putra Terbaik Jurnalis Aceh Singkil Ikuti Tradisi Pembaretan TNI AD Gelombang 1 2026 ‎

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:20 WIB

Silaturahim HIPMI: Sinergi Lama-Baru untuk Wirausaha Berdikari

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:33 WIB

KAPOLRES OGAN ILIR RESMI BUKA TURNAMEN FUTSAL KAPOLRES CUP DALAM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE-80*

Berita Terbaru