BANDUNG BARAT – Rencana penutupan total Jalan Kolonel Masturi (Kolmas) di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang semula dijadwalkan mulai Senin, 14 September 2026, akhirnya diundur.
Penutupan akses jalan yang berada di kawasan Kampung Keramat tersebut kini direncanakan mulai diberlakukan pada 21 September 2026. Penutupan dilakukan berkaitan dengan pekerjaan perbaikan Jembatan Keramat yang berada di sekitar kawasan Imah Seniman.
Sebelumnya, rencana penutupan Jalan Kolonel Masturi telah dimatangkan melalui koordinasi lintas sektor. Akses jalan tersebut nantinya ditutup total dari dua arah sehingga kendaraan tidak dapat melintas di titik pekerjaan selama proses perbaikan berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi sebelumnya, pekerjaan perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 67 hari kerja atau kurang lebih dua bulan, sehingga masyarakat pengguna jalan perlu mengantisipasi perubahan rute selama pekerjaan berlangsung.
Jalur Strategis Menuju Kawasan Wisata
Penutupan Jalan Kolonel Masturi diperkirakan memberikan dampak cukup besar terhadap mobilitas masyarakat. Pasalnya, jalur tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan Lembang dan Parongpong, sekaligus menjadi salah satu jalur yang digunakan wisatawan menuju sejumlah destinasi wisata di Bandung Barat.
Arus kendaraan yang biasanya melintasi Jalan Kolonel Masturi tidak hanya berasal dari wilayah Lembang. Pengguna jalan dari arah Padalarang, Cimahi dan wilayah sekitarnya juga memanfaatkan jalur tersebut untuk menuju Lembang dan kawasan wisata di sekitarnya.
Begitu pula kendaraan dari arah Subang yang hendak menuju kawasan Parongpong, Cisarua dan Lembang kerap menggunakan jalur Kolonel Masturi sebagai salah satu akses perjalanan.
Sejumlah destinasi wisata di kawasan Lembang bahkan berada di koridor yang terhubung dengan Jalan Kolonel Masturi. Kondisi tersebut membuat pengaturan lalu lintas selama penutupan menjadi perhatian penting, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Polisi dan Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Sebelumnya, jajaran kepolisian bersama Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi dampak penutupan.
Salah satu skema yang sempat dibahas yakni mengarahkan kendaraan dari arah Parongpong menuju kawasan Sersan Bajuri dan selanjutnya ke Ledeng. Sementara arus dari arah Lembang menuju Bandung juga akan mendapatkan pengaturan tersendiri.
Kapolsek Lembang Kompol Dana Suhenda sebelumnya mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan dan mengikuti jalur alternatif yang telah ditentukan.
Pengguna jalan juga diminta mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan selama proses penutupan berlangsung.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar bersabar serta mendukung pelaksanaan pekerjaan ini. Silakan mengikuti jalur alternatif dan mematuhi pengaturan yang telah ditetapkan petugas demi keselamatan dan kelancaran bersama,” demikian imbauan Kapolsek Lembang dalam pemberitaan sebelumnya.
Warga Diminta Bersiap
Kepala Desa Cikahuripan Oman Haryanto sebelumnya mengatakan bahwa perbaikan jembatan memang diperlukan. Namun, dampak penutupan terhadap aktivitas masyarakat juga harus menjadi perhatian.
Menurutnya, tidak hanya warga Cikahuripan yang akan terdampak. Wilayah sekitar seperti Cihideung dan Gudangkahuripan juga berpotensi mengalami perubahan arus kendaraan akibat penutupan.
Karena itu, rekayasa lalu lintas dinilai perlu dilakukan secara matang agar pemindahan arus kendaraan tidak justru menimbulkan kepadatan baru di jalur alternatif.
“Memang akan ditutup, memang jembatan itu mesti diperbaiki karena tidak nyaman,” kata Oman dalam keterangannya kepada PRFM sebelumnya.
Oman juga menekankan pentingnya memperhitungkan kondisi jalur Parongpong sebagai bagian dari akses alternatif selama pekerjaan berlangsung.
Pengendara Diimbau Atur Perjalanan
Dengan adanya perubahan jadwal penutupan menjadi 21 September 2026, masyarakat masih memiliki waktu untuk menyesuaikan rencana perjalanan.
Pengendara yang biasa menggunakan Jalan Kolonel Masturi untuk perjalanan menuju Lembang, Parongpong, Cisarua maupun sebaliknya diimbau mencari informasi mengenai jalur alternatif sebelum berangkat.
Khusus wisatawan, penggunaan jalur alternatif juga perlu diperhitungkan karena penutupan berpotensi meningkatkan volume kendaraan di sejumlah ruas jalan lainnya, terutama pada akhir pekan.
Pihak kepolisian dan instansi terkait diharapkan memastikan seluruh rambu pengalihan arus tersedia dan petugas berada di titik-titik strategis untuk membantu pengguna jalan.
Penundaan penutupan hingga 21 September 2026 sekaligus menjadi kesempatan bagi masyarakat dan pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan sebelum Jalan Kolonel Masturi ditutup total selama pekerjaan perbaikan Jembatan Keramat berlangsung.
Masyarakat diimbau tidak menerobos area pekerjaan dan tetap mengutamakan keselamatan dengan mengikuti pengaturan lalu lintas yang diberlakukan petugas di lapangan.Jurnalis Joepin









