
BANDUNG 14 September 2026
Sebuah unggahan gambar yang menampilkan potongan video berlabel “SKNC 2026 Pekalongan Jateng” memicu perbincangan hangat di media sosial. Gambar tersebut menampilkan sesosok figur bertopeng dengan tata cahaya panggung yang dramatis, disertai teks provokatif yang mempertanyakan apakah aksi tersebut merupakan bagian dari “ritual satanic”.
Teks pada gambar menyoroti berbagai elemen teatrikal seperti pentagram terbalik,
lambang Baphomet, penggunaan lilin, hingga huruf Ibrani kuno. Penggunaan simbol-simbol okultisme dan gotik dalam pertunjukan seni sebenarnya bukan hal baru. Di dunia musik—terutama sub-genre metal, gothic rock, atau pertunjukan seni teater—simbol-simbol tersebut kerap dimanfaatkan sebagai estetika panggung untuk menciptakan atmosfer gelap, dramatis, dan memancing reaksi penonton.
Meski demikian, narasi sensasional yang menyertai potongan gambar sering kali memicu spekulasi dan kecemasan publik. Tanpa konteks utuh mengenai tema acara dan identitas pengisi acara, persepsi khalayak dengan mudah tergiring pada asumsi spekulatif.
Masyarakat diimbau untuk menyikapi unggahan di media sosial secara kritis dan tidak menelan mentah-mentah klaim berbasis potongan visual yang belum terverifikasi konteksnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
BOB HARIAWAN. KABIRO KOTA BANDUNG










