GARUT – kompas1.id
– Alun-Alun Tarogong Kaler kini berubah tampilannya dan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun para penghobi tanaman. Perhimpunan Penggemar Bonsai Indonesia (PBBI) bekerja sama dengan Dinas Pariwisata serta Pemerintah Kecamatan Tarogong Kaler menghadirkan pameran sekaligus kegiatan Bonsai Day pada Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini digagas bukan sekadar untuk memamerkan keindahan bentuk tanaman, melainkan sebagai ruang luas untuk memperkenalkan dunia bonsai kepada khalayak ramai, wadah berbagi ilmu, tempat mempererat persaudaraan, hingga membuka peluang transaksi jual beli tanaman bernilai tinggi.
Rangkaian bonsai yang dipajang sukses memikat hati siapa saja yang berkunjung. Mulai dari karakter batang, perpaduan akar, hingga bentuk yang terbentuk melalui proses panjang, semuanya menyajikan pesona seni yang luar biasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini sekaligus memperkokoh ikatan persaudaraan antarpenggemar bonsai di seantero Kabupaten Garut. Sebelumnya, para penghobi dari berbagai wilayah telah menjalin silaturahmi demi membangun komunitas yang semakin solid dan mengangkat bonsai sebagai salah satu potensi ekonomi kreatif daerah.
Iman, salah satu penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa tanaman yang dipamerkan merupakan koleksi milik H. Wawan. Kehadirannya di ruang publik diharapkan mampu membuka wawasan masyarakat luas.
“Bonsai yang dipajang di Alun-Alun ini milik H. Wawan. Kami ingin masyarakat mengenal bonsai lebih dekat. Bonsai bukan hanya tanaman untuk hobi, tetapi memiliki nilai ekonomi dan bisa memiliki nilai jual yang tinggi,” ujar Iman.
Sering kali bonsai hanya dipandang sebagai tanaman hias biasa. Padahal di balik wujudnya yang mungil tersimpan perjalanan panjang yang memerlukan ketelatenan, pengetahuan mendalam, kreativitas, dan kesabaran tingkat tinggi—mulai dari pemilihan bahan, pembentukan akar, batang, hingga menghasilkan karya seni yang bernilai estetika.
Melalui Bonsai Day ini, pengunjung tidak hanya melihat-lihat, melainkan berkesempatan belajar langsung dari para praktisi berpengalaman mengenai teknik perawatan hingga pembentukan tanaman. Sinergi antara PBBI, pemerintah, dan unsur pariwisata diharapkan semakin mempertegas bahwa bonsai mampu menjadi potensi wisata unggulan sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.
Dari sekadar hobi lahirlah komunitas, dari komunitas terbuka peluang ekonomi. Bonsai Day membuktikan tanaman mungil ini membawa makna yang besar: indah dipandang, bermanfaat untuk ilmu, dan menguntungkan secara usaha.
: ridickpuad
—














