Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah

- Penulis

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id
SINTANG – Pekan Gawai Dayak (PGD) Kabupaten Sintang ke-XIII Tahun 2026 secara resmi dibuka pada Rabu (29/7/2026). Perhelatan budaya terbesar masyarakat setempat ini akan berlangsung meriah hingga 3 Agustus 2026, dengan pusat kegiatan berlokasi di Rumah Betang Tampun Juah, Desa Jerora I.

Rangkaian diawali dengan Prosesi Ritual Adat yang berlangsung penuh kekhidmatan, sebagai bentuk penghormatan kepada tradisi leluhur sekaligus tanda resmi dimulainya seluruh sederetan acara tahun ini.

Mengusung semangat menjaga budaya di tengah arus perkembangan zaman, Pekan Gawai Dayak bukan sekadar ajang menampilkan kekayaan seni dan tradisi, melainkan juga sarana mempererat persatuan, serta mengenalkan jati diri budaya Dayak kepada generasi muda maupun para wisatawan yang hadir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selama enam hari pelaksanaan, telah disiapkan berbagai agenda menarik: mulai dari pertunjukan seni dan tarian tradisional, musik etnik, pameran kerajinan khas, aneka kuliner nusantara hingga perlombaan budaya yang melibatkan perwakilan dari 14 kecamatan se-Kabupaten Sintang.

Secara resmi, Ketua Komisi V DPR RI membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen masyarakat yang senantiasa merawat warisan budaya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

Baca Juga:  ‎Pesilat Aceh Singkil Rebut Medali di Pra-PORA 2026, Bupati Berikan Apresiasi ‎

Upacara pembukaan turut dihadiri oleh Ketua Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional, Ketua Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang, Bupati Sintang, jajaran Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, para tamu kehormatan, serta perwakilan adat dari seluruh penjuru daerah.

Selain misi pelestarian, perhelatan ini juga diharapkan membawa dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Hadirnya ribuan pengunjung diprediksi akan menggerakkan sektor pariwisata, perhotelan, transportasi, sekaligus meningkatkan omzet bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.

Antusiasme tampak terlihat nyata sejak hari pertama. Warga dari berbagai pelosok memadati kawasan Rumah Betang Tampun Juah untuk turut menyaksikan prosesi adat dan menikmati kemeriahan acara.

Melalui Pekan Gawai Dayak kali ini, seluruh elemen berharap nilai-nilai kearifan lokal tetap lestari dan terwariskan. Sebuah bukti nyata bahwa budaya mampu berjalan seiring perkembangan zaman tanpa pernah kehilangan jati dirinya, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang membanggakan Sintang dan Kalimantan Barat.

Reporter: Tommy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi
Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat
Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony
PHRI dan Disparekraf Gelar Konsolidasi Perkuat Sinergi Pariwisata Daerah
Selamatan Keberangkatan BAIT Sugiarti Melanjutkan Pendidikan ke SMK Negeri 1 Sintang
Ekskavasi Situs Gedong Pusaka di Bantul Ungkap Fondasi dan Struktur Bangunan Masa Lalu
Hajad Dalem Labuhan Kadipaten Pakualaman Digelar di Pantai Glagah, Perkuat Nilai Luhur dan Keselarasan dengan Alam
Menemukan Kesadaran dalam Setiap Hembusan: Rahasia Nafas yang Tak Pernah Tidur ​Dalam riuhnya kehidupan modern,
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:56 WIB

Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:42 WIB

Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:17 WIB

Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:59 WIB

Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony

Selasa, 14 Juli 2026 - 06:06 WIB

PHRI dan Disparekraf Gelar Konsolidasi Perkuat Sinergi Pariwisata Daerah

Berita Terbaru