KOMPAS1.ID
YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyaksikan puncak perayaan kerja sama budaya antara DIY dan Victoria, Australia: Konser Kolaborasi Youth Music Camp dan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) 2026. Pertunjukan digelar di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma pada Kamis (16/07/2026).
Mengusung tema “A Decade: A Deeper Understanding” atau “Satu Dekade, Untuk Pemahaman Yang Kian Mendalam”, konser ini sepenuhnya didukung oleh Dana Keistimewaan (Danais) DIY. Salah satu sorotan utama adalah penampilan karya spesial bertajuk “Dharma”—komposisi yang meramu harmoni orkestra modern dengan keagungan seni pertunjukan wayang kulit khas Jawa.
Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa perhelatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bukti nyata persahabatan yang telah terjalin selama sepuluh tahun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sepuluh tahun sudah DIY dan Victoria merajut kerja sama ini melalui panggung-panggung kolaborasi yang melahirkan karya menakjubkan. Malam ini kita berjumpa sebagai saksi satu dekade perjalanan cinta dua bangsa.”
Sri Sultan menyoroti makna mendalam dari pertemuan dua bentuk seni yang sekilas berbeda namun senada:
“Kita mempertemukan dua wahana rasa yang sekilas berjarak, namun sesungguhnya serumpun—yakni orkestra yang megah dari Melbourne, dan wayang yang agung dari jantung Jawa.”
Pertunjukan ini disebut sebagai babak baru dalam sejarah bersama kedua wilayah. Sri Sultan juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga persaudaraan meski berada dalam perbedaan:
“Mari berjanji untuk terus mendengar meski aksen berbeda, untuk terus bersama meski irama hati tidak selalu sama. Biarlah malam ini menjadi kenangan tentang dua warisan budaya yang menjalin pengertian dan mengembuskan perdamaian.”
Di akhir sambutan, ia berharap tali persaudaraan ini terus terjalin untuk dekade-dekade yang akan datang.
“Sejarah terindah tidak semata dipatri dengan tinta, melainkan juga dianyam dalam nada.”
Mulyoko














