Ekskavasi Situs Gedong Pusaka di Bantul Ungkap Fondasi dan Struktur Bangunan Masa Lalu

- Penulis

Senin, 6 Juli 2026 - 05:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id

Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan kegiatan ekskavasi di Situs Gedong Pusaka untuk mengidentifikasi struktur bangunan, artefak, serta jejak aktivitas masa lalu di bawah permukaan tanah. Kegiatan ini bertujuan mengungkap tinggalan arkeologi, memperkuat data sejarah, melindungi cagar budaya, serta menjadi dasar penataan situs sebagai ruang edukasi dan pelestarian budaya.

Situs ini terletak di Jl. Karangsari Wetan Gg. Mijil No.1, Padukuhan Pringgolayan, Kalurahan Banguntapan, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Ekskavasi tahap pertama berlangsung selama 9 hari, yaitu pada 2–12 Juni 2026. Tim arkeologi membuka 22 kotak galian dengan fokus di sekitar struktur yang sudah terlihat, terutama bagian dinding.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Salma Fitri Kusumastuti, Tenaga Ahli Ekskavasi, keberadaan situs ini diketahui dari peta zaman Belanda yang menggambarkan bentuk persegi panjang dengan dinding di keempat sisinya. Dalam penggalian ditemukan fondasi berupa susunan bata yang diperkuat dengan bahan sejenis semen yang disebut “lepo”.

Baca Juga:  Semarak Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sunda

Selain fondasi, ditemukan juga indikasi adanya pintu masuk. Di sisi barat diperkirakan terdapat tangga masuk dengan 6 undakan, sedangkan di sisi selatan ditemukan pintu kecil yang diduga sebagai jalan keluar tanpa tangga.

Aditya Revianur, Tenaga Ahli Ekskavasi sekaligus dosen Arkeologi UGM, memperkirakan situs ini dibangun sekitar masa pemerintahan Sri Sultan HB II. Namun, fungsi sebenarnya dari Gedong Pusaka belum dapat dipastikan secara pasti.

Mulyoko

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sunda
Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah
Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi
Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat
Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony
PHRI dan Disparekraf Gelar Konsolidasi Perkuat Sinergi Pariwisata Daerah
Selamatan Keberangkatan BAIT Sugiarti Melanjutkan Pendidikan ke SMK Negeri 1 Sintang
Hajad Dalem Labuhan Kadipaten Pakualaman Digelar di Pantai Glagah, Perkuat Nilai Luhur dan Keselarasan dengan Alam
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:15 WIB

Semarak Milangkala ke-16 Paguyuban Asep Dunia di Tasikmalaya, Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Budaya Sunda

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:56 WIB

Pekan Gawai Dayak Sintang ke-XIII 2026 Resmi Dibuka, Lestarikan Warisan Leluhur Sekaligus Dorong Ekonomi Daerah

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:42 WIB

Merawat Budaya dan Menjaga Air: Uji Publik Film Dokumenter “Nafas Leluhur” Ajak Publik Renungkan Nilai Tradisi

Selasa, 28 Juli 2026 - 02:17 WIB

Menjaga Leuit, Merawat Masa Depan: Pelajaran Swasembada Pangan dari Kampung Adat

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:59 WIB

Peringati 10 Tahun Kerja Sama, DIY dan Victoria Hadirkan Kolaborasi Wayang Kulit dan Melbourne Symphony

Berita Terbaru