Jeritan dari Sudut Garut! Setahun Lumpuh di Atas Pembaringan, Iman Bertahan dengan Perban Bekas dan Kontrakan yang Hampir Disita

- Penulis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 03:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id

GARUT, 1 Juli 2026 – Di balik hiruk pikuk kehidupan sehari-hari, masih ada kisah pilu yang sering luput dari perhatian banyak orang. Seorang pria bernama Iman (35), warga Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, harus menjalani hidup dalam penderitaan mendalam setelah mengalami kecelakaan sekitar satu tahun lalu yang mengubah seluruh nasibnya.

Akibat kecelakaan itu, Iman mengalami patah tulang ekor yang membuat kedua kakinya lumpuh total. Ia hanya mampu terbaring lemah di sebuah kontrakan kecil, yang menjadi saksi bisu perjuangannya melawan rasa sakit setiap hari. Kondisinya semakin memburuk karena luka menganga di bagian pinggul belakang tak kunjung sembuh dan membutuhkan perawatan secara terus-menerus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, di tengah keterbatasan itu, Iman hidup sebatang kara tanpa memiliki penghasilan tetap. Segala kebutuhan hidup dan biaya perawatannya hanya bergantung pada bantuan saudara-saudaranya yang juga hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan. Bahkan, biaya sewa kontrakan tempat tinggalnya telah menunggak hampir tiga bulan karena keluarga tidak lagi sanggup membayarnya.

Kondisi yang menyayat hati semakin terasa ketika keluarga terpaksa mencuci dan menggunakan kembali perban bekas untuk membalut lukanya, lantaran tidak memiliki uang untuk membeli perban baru.

“Kami tujuh bersaudara, semuanya hidup pas-pasan. Untuk membeli perban saja sudah sangat berat. Perban bekas kami cuci lalu dipakai lagi. Yang penting luka adik kami tetap tertutup walaupun seadanya,” ungkap IR (40), kakak kandung Iman, dengan suara bergetar menahan haru.

Baca Juga:  Kedai Ayu Chang, Tempat Nongkrong Asyik untuk Ngopi dan Bersantai di Lokter Sintang

Namun, perjuangan keluarga tidak pernah berhenti. Setiap hari, Firman (45), kakak Iman yang bekerja sebagai tukang ojek pangkalan, menyempatkan waktu di sela mencari nafkah untuk merawat adiknya. Dengan penuh kesabaran, ia menyuapi makan, memandikan, membersihkan tubuh, hingga mengganti balutan luka yang tak kunjung sembuh.

Meski hanya menggunakan perban yang sudah lusuh karena berkali-kali dicuci, Firman tidak pernah mengeluh. Baginya, merawat adik adalah tanggung jawab yang harus dijalani dengan ikhlas.

“Saya hanya ingin adik saya bisa sembuh dan mendapatkan pengobatan yang layak. Kami sudah berusaha semampu kami, sekarang hanya bisa berharap ada tangan-tangan baik yang mau membantu,” ujarnya.

Kisah Iman menjadi gambaran nyata bahwa masih ada warga yang harus berjuang melawan penderitaan di tengah keterbatasan ekonomi. Keluarga berharap ada perhatian dari pemerintah, lembaga sosial, komunitas kemanusiaan, maupun para dermawan agar Iman dapat memperoleh perawatan medis yang layak dan kesempatan hidup yang lebih baik.

Di balik pintu kontrakan sederhana itu, Iman masih terus bertahan. Ia tidak meminta kemewahan, hanya berharap bisa terbebas dari rasa sakit yang telah menemaninya selama hampir satu tahun terakhir. Semoga kisah ini dapat menggugah kepedulian banyak pihak untuk meringankan beban yang ditanggung Iman dan keluarganya.

Sumber: kompas1.id
Penulis: Ridick

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!
FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.
Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.
Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami
Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian
Penertiban Tanpa Solusi Dinilai Bom Waktu, Aktivis Sulut Ingatkan Potensi Gejolak Sosial di Boltim
Hari Batik Nasional 2026, H. Dadan Sobara Mari Tumbuhkan Cinta Budaya Bangsa Melalui Batik.
Pengaduan Solar Subsidi di SPBU Langowan Diterima BPH Migas “SOROTAN PUBLIK”
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Pangbes Manguni Muda Indonesia Apresiasi Kinerja Satresnarkoba Polres Bitung: Di Bawah Komando Kasat IPTU Jefri Duabai, Perang Terhadap Narkoba Nyata.!

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:56 WIB

FAMILY GATHERING PAGUYUBAN SCOOTER BANDUNG (PSB) SIAP GEBER GARUT 17-18 OKTOBER 2026 – USUNG TEMA SAREUNDEUK SAIGEL SABOBOT SAPIHANEAN.

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:33 WIB

Viral ! Lansia 73 Tahun di KBB Ditolak Berobat di RSUD Cikalongwetan Gara-Gara Tak Punya JKN Mobile.

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Masyarakat Boltim Titip Harapan Ke Kapolri Baru: Polisi Bersama Masyarakat Rasakan Kesulitan Kami

Minggu, 4 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Dari Boltim Untuk Istana: Selamat Datang Kapolri Jendral Suyudi, 25 WPR Menanti Kepastian

Berita Terbaru