Aceh Singkil kompas1.id
Kinerja Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRK Aceh Singkil yang telah melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah perusahaan perkebunan mendapat sorotan dari masyarakat. Publik menilai, kegiatan tersebut harus menghasilkan temuan dan rekomendasi yang jelas sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan menyampaikan bahwa masyarakat tidak menginginkan pembentukan pansus hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa hasil yang nyata.
“Kami berharap tim pansus bekerja secara profesional, independen, dan transparan. Jangan sampai muncul persepsi di tengah masyarakat bahwa pansus hanya menjadi ajang mencari keuntungan pribadi. Jika sudah turun langsung ke beberapa perusahaan, tentu harus ada fakta, data, atau temuan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujarnya.
Menurutnya, setiap kegiatan pansus yang menggunakan anggaran daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, hasil kunjungan lapangan, temuan, serta rekomendasi yang disusun perlu disampaikan secara terbuka agar publik mengetahui sejauh mana pelaksanaan tugas pansus tersebut.
Masyarakat juga berharap, apabila ditemukan dugaan pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, tim pansus tidak berhenti pada pembahasan internal, tetapi menyampaikan rekomendasi kepada instansi yang berwenang agar dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, masyarakat masih menantikan laporan resmi Tim Pansus DPRK Aceh Singkil atas hasil kunjungan ke sejumlah perusahaan. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi tolok ukur keberhasilan pansus dalam menjalankan fungsi pengawasan serta menjaga kepercayaan publik.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Ketua Tim Pansus DPRK Aceh Singkil belum memberikan tanggapan atas kritik dan harapan yang disampaikan masyarakat. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dan akan memuat hak jawab apabila telah diterima.
Reporter Sabri
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT














