Pelayanan Publik Desa Cimara Disorot : Kantor Kosong Saat Jam Kerja, Kades Benarkan Warga Cimara Kecewa, Butuh Surat, Kantor Desa Tutup Karena Hajatan.

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 02:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KUNINGAN, Kompas1.Id

– Rabu, 10 Juni 2026, 09.56 WIB – Pelayanan publik di Kantor Desa Cimara, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan disorot warga. Berdasarkan pantauan awak media di lapangan, kantor desa masih dalam kondisi terkunci saat jam kerja berlangsung.

Awak media menyambangi Kantor Desa Cimara Rabu 10 Juni 2026 pukul 09.56 WIB. Kondisi kantor terpantau kosong dan tidak ada aktivitas pelayanan. Tidak terlihat satu pun perangkat desa di lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Cimara membenarkan kondisi tersebut.
“Maaf lagi ada acara kemasyarakatan. Diundang semua sich,” ujar Kades kepada awak media.

Pernyataan Kades tersebut mengindikasikan seluruh perangkat desa meninggalkan kantor untuk menghadiri undangan hajatan warga di jam kerja.

Aturan Yang Disorot
1. Permendagri No.84/2015 Pasal 8 Kepala Desa dan perangkat desa wajib masuk kantor dan melaksanakan pelayanan sesuai hari dan jam kerja yang ditetapkan.
2. Permendagri No.67/2017 Standar Pelayanan Publik di desa harus tersedia minimal 6 jam/hari kerja.
3. UU No.25/2009 tentang Pelayanan Publik Setiap warga berhak mendapat pelayanan prima, cepat, dan tidak dipersulit.

Dampak ke Warga
Kondisi kantor kosong saat jam kerja berpotensi menghambat warga yang membutuhkan layanan administrasi seperti surat keterangan, pengantar, dan layanan DD. Sejumlah warga Cimara yang ditemui awak media mengaku kecewa karena harus bolak-balik ke kantor desa.

Baca Juga:  MODUS TAWARKAN PROYEK KDMP, POLRES BOYOLALI TANGKAP LIMA PELAKU PENIPUAN RAIH UANG MILYARAN

“Kami butuh surat pengantar, tapi kantornya tutup. Katanya perangkatnya lagi kondangan semua,” ujar salah satu warga yang enggan disebut nama.

Publik Minta Camat Bertindak Tegas.

Menyikapi kondisi ini, warga dan aktivis lokal mendesak Camat Pasawahan segera memanggil dan menegur keras kepala desa Cimara  beserta perangkat dan  kepala desa tersebut.

“Kantor desa bukan rumah pribadi. Ini fasilitas publik yang dibiayai negara. Kalau kepala desa dan perangkat bisa seenaknya pergi dan menutup kantor, buat apa ada pemerintahan desa?” tegas seorang tokoh masyarakat.

Menurut Permendagri No. 84/2015 tentang SOTK Pemerintah Desa, perangkat desa wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, dan tidak diskriminatif. Meninggalkan kantor tanpa pengganti jelas melanggar prinsip pelayanan publik.

Kompas1.Id telah berupaya mengonfirmasi Camat Pasawahan dan kepala desa terkait, namun belum mendapat jawaban hingga berita ini diterbitkan.

Publik menunggu: apakah Camat Pasawahan berani menegur dan menindak tegas, atau justru membiarkan pelayanan publik terus dilumpuhkan.?

Jangan sampai kejadian serupa terulang. Karena setiap menit kantor desa kosong, ada warga yang urusannya tertunda, haknya terabaikan.

Adang. S & Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dispakan Gelar Bintek Wirausaha Baru Perikanan: ‘Sosio Fish’ Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal”
Kantor Desa Muncangela Tutup Jam 10.34, Warga Minta Camat Tegur Kades Sebagai KPA DD Rp.2,8 Miliar
Polsek Margaasih Dukung Loka Karya Mini Triwulanan Puskesmas Margaasih*
KELUARGA GRAIDERS GEMBURINGKAN KETIDAKPUASAN: PERIZINAN ACARA 1 DEKADE RX KING DIJAM, DISPORA DITUDUH LAMBAT DAN
Gerebek Rumah di Sumberjaya, Satres Narkoba Polres Majalengka Ciduk Pengedar Obat Keras Jenis Tramadol
Sekdis dan Kadis Dispora Kabupaten Bandung Saling Arahkan Urusan Izin Tempat Lapangan Panahan
*Polsek Margaasih Gelar Patroli Presisi dan KRYD Antisipasi C3 dalam Ops Jaran Lodaya 2026*
Ketua TP PKK Kabupaten Bandung Tinjau Pelayanan KB MOW-MOP di RS Maranatha Margaasih*
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:06 WIB

Dispakan Gelar Bintek Wirausaha Baru Perikanan: ‘Sosio Fish’ Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal”

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:01 WIB

Kantor Desa Muncangela Tutup Jam 10.34, Warga Minta Camat Tegur Kades Sebagai KPA DD Rp.2,8 Miliar

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:42 WIB

Polsek Margaasih Dukung Loka Karya Mini Triwulanan Puskesmas Margaasih*

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:38 WIB

KELUARGA GRAIDERS GEMBURINGKAN KETIDAKPUASAN: PERIZINAN ACARA 1 DEKADE RX KING DIJAM, DISPORA DITUDUH LAMBAT DAN

Kamis, 11 Juni 2026 - 04:12 WIB

Gerebek Rumah di Sumberjaya, Satres Narkoba Polres Majalengka Ciduk Pengedar Obat Keras Jenis Tramadol

Berita Terbaru