*Bisa Salah dan Bisa Benar*

- Penulis

Kamis, 16 April 2026 - 12:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id
*Oleh : Idat Mustari***

Manusia sebagai mahluk yang sempurna dibandingkan dengan mahluk ciptaan Allah lainnya. Namun di balik kesempurnaannya manusia punya potensi untuk berbuah salah, sebab ia pun sebagai mahluk yang lemah (Wa khuliqal insānu dha’īfā) (QS.An-Nisa :28).

Rasulullah saw bersabda,Kullu banii Aadama khaththaa’un wa khairul khaththaa’iina at-tawwaabuun. (“Setiap anak Adam (manusia) pasti berbuat salah/dosa, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah yang bertaubat”).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jadi ketika manusia berbuat salah adalah manusiawi. Dengan demikian, tidak ada manusia yang sepanjang hidupnya benar. Sepintar apapun seseorang, ada masanya berpikir salah. Sejatinya ini mengantarkan setiap orang untuk bersedia mendengar nasihat orang lain.

Begitupun dalam diri manusia mempunyai potensi kebaikan, karena pada dasarnya secara fitrah manusia adalah baik. Sehingga dalam diri manusia punya potensi berbuat baik dan benar. Seorang yang dianggap sadis, jahat sekalipun, ada potensi ia berkata benar. Itulah kemudian, ketika mendengarkan saran dari orang lain untuk tidak melihat siapa orangnya melainkan liat apa yang dikatannya “Undzur ma qoola wala tandzur man qoola.” (Lihatlah apa yang dikatakan, dan jangan melihat siapa yang mengatakan).

Baca Juga:  Satreskrim Polres Way Kanan Amankan Pelaku Curi Handphone di Gardu Setia Negara

Kita diingatkan oleh kisah Nabi Isa as. Suatu ketika Nabi Isa as lagi jalan bersama para sahabatnya. Di tengah lagi asyik jalan, mereka menemukan seekor bangkai anjing. Kemudian Nabi Isa as bertanya kepada para sahabatnya,”Apa pendapatmu pada seekor bangkai anjing itu?” Mereka menjawab,”Alangkah busuknya bangkai anjing ini”. Mendengar itu, nabi Isa as juga berkomentar, “di bangkai yang busuk itu, masih terdapat gigi yang putih.”

Sahabat-sahabat Nabi Isa as melihat sisi negatif dari bangkai anjing tersebut, yaitu bau busuk yang memang menyengat darinya. Sementara Nabi Isa masih dapat melihat sisi positifnya, yaitu giginya yang putih.

Kisah ini mengajarkan kita, jika saja kita selalu bisa melihat sisi positif dari orang yang jahat sekalipun, maka kita telah memiliki wawasan, hati seperti para Nabi. Wallahu’alam

**_Penulis Buku Bekerja Karena Allah dan Komisaris BUMD di Kab Bandung_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*
‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil
Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai
Di Mana Nurani Bertetangga? Jalan Ancol Timur XIII Menyempit, Pipa WC Malah Ditutup Pot Tanaman
Sorotan Warga: Ego Sektoral di Jalan Ancol Timur XIII, Fasilitas Publik Malah Jadi Tameng Limbah Domestik
‎Jadwal Dokter Spesialis RSUD 03 Juli ‎Dokter spesialis RSUD Aceh Singkil yang hadir
‎Resah Adanya Karaoke Ilegal Ratusan Ibu Perwiritan Geruduk Lokasi Bersama TIM Gabungan SATPOL PP & WH Aceh Singkil
Desa Landau Badai: Bersatu Mewujudkan Desa yang Maju dan Sejahtera
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:11 WIB

*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:28 WIB

‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil

Sabtu, 4 Juli 2026 - 02:37 WIB

Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai

Sabtu, 4 Juli 2026 - 01:35 WIB

Di Mana Nurani Bertetangga? Jalan Ancol Timur XIII Menyempit, Pipa WC Malah Ditutup Pot Tanaman

Sabtu, 4 Juli 2026 - 01:24 WIB

Sorotan Warga: Ego Sektoral di Jalan Ancol Timur XIII, Fasilitas Publik Malah Jadi Tameng Limbah Domestik

Berita Terbaru