Proses pemutakhiran Data peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) menimbulkan masalah Pelik di lapangan.

- Penulis

Rabu, 11 Februari 2026 - 08:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Kompas1.id
Proses pemutakhiran data peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) menimbulkan masalah pelik di lapangan. Di Kota Bandung, imbas kebijakan itu membuat 71.200 peserta BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan sehingga tidak bisa mengakses layanan kesehatan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan pihaknya telah menangani masalah tersebut. Berdasarkan data yang ia himpun, 71.200 warga Kota Bandung memang telah dinonaktifkan dari kepesertaan BPJS Kesehatan PBI.

Sebagai gantinya, ada 72.000 peserta baru yang didaftarkan ke dalam Universal Health Coverage (UHC), sebuah program kesehatan gratis milik Pemkot Bandung. Meski demikian, Farhan mengakui proses transisi itu membutuhkan waktu sebelum manfaatnya bisa dirasakan sepenuhnya oleh warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Karena kan kita menghilangkan 71.200 orang, tapi mendaftarkan 72.000 (UHC). Nah itu butuh waktu. Makanya yang mengancam jiwa, sudah pasti langsung UHC,” kata Farhan, Selasa (10/2/2026).

Farhan memastikan warga yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama dalam kondisi kedaruratan, sudah otomatis masuk dalam program UHC. Oleh karena itu, meski kepesertaan BPJS Kesehatan PBI dinonaktifkan, Pemkot Bandung sudah menyiapkan opsi bagi warga untuk tetap bisa mengakses layanan kesehatan tersebut.

“Kalau untuk yang gawat darurat, langsung masuk UHC. Jadi dari Dinsos langsung masuk ke Dinkes. Apapun kondisinya, begitu ketahuan dia datang dari Desil 1-2, langsung UHC,” tegas Farhan.

Baca Juga:  Kemanag Buka Posko Pengamanan Nataru 2025 - 2026.

Farhan mengakui program ini akan dijalankan sementara. Ia masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait nasib peserta BPJS Kesehatan PBI di Kota Bandung yang dinonaktifkan tersebut.

“Sementara, kan kita punya UHC lumayan lah ya, nggak kecil sama sekali. Jadi bagaimanapun juga ketika 72.000 itu sudah masuk ke dalam detensi kita, dan sudah layak untuk dapat PBI lagi, maka semuanya akan berjalan normal kembali,” ujar Farhan.

“Memang proses transisi ini mah istilahnya lumayan painful lah ya, tapi Kita hadapi sama-sama. Jaring pengamannya bernama UHC itu,” tambahnya.

Pada momen tersebut, Farhan juga memberi ultimatum kepada fasilitas layanan kesehatan di Kota Bandung. Jika ada pasien BPJS Kesehatan PBI yang ditolak, terutama dalam kondisi gawat darurat, ia tak segan untuk mengambil sikap tegas terhadap manajemen rumah sakit tersebut.

“Itu saya awasi langsung. Kalau sampai terjadi ada pasien ditolak, maka pimpinan rumah sakit saya akan sikat habis. Tidak boleh itu,” pungkasnya.di kutip sc Detik

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat
Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar
Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi
PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik
Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik
*Ali Syakieb: Pendidikan Berkualitas adalah Hak Semua Anak Indonesia*
Badai Plastik 2026: Ketika “Emas Transparan” Mengguncang Meja Makan hingga Manufaktur
*BPN Kabupaten Bandung Gelar Konsolidasi Bagian Roya, Perkuat Sinergi dengan Korsub Baru*
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 03:55 WIB

Rumah Sakit Maranatha Grand Re-Opening Poliklinik Excekutive Komitmen Pelayanan Tanpa Diskriminasi untuk Seluruh Masyarakat

Minggu, 19 April 2026 - 09:01 WIB

Sudut Tenang di Balik Cahaya Layar

Senin, 13 April 2026 - 03:05 WIB

Tubuh sebagai Kunci: Di Balik Janji Efisiensi Implan NFC dan Ancaman Privasi

Senin, 13 April 2026 - 02:04 WIB

PERSIB Bertahan di Bawah Tekanan, Bojan Hodak Soroti Titik

Sabtu, 4 April 2026 - 07:57 WIB

Dubai Mendadak Sunyi, Eksodus ‘Crazy Rich’ ke Bali Meningkat Pasca-Eskalasi Konflik

Berita Terbaru