Mahasiswa Soroti Kinerja Polres Aceh Singkil terkait kasus pembunuhan di tanah bara dan meminta polda Aceh untuk turun dan evaluasi polres aceh singkil

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil kompas1.id
Hingga memasuki Mei 2026, kasus pembunuhan terhadap almarhumah Sedah (65), warga Desa Tanah Bara, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Aceh Singkil, yang terjadi pada 15 Maret 2025 lalu, masih belum berhasil diungkap oleh pihak kepolisian. Kondisi ini memicu kekecewaan dan kritik keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

‎Presiden Mahasiswa STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh (TDM), Alfa Salam, menilai lambannya pengungkapan kasus tersebut menunjukkan lemahnya keseriusan aparat penegak hukum, khususnya Polres Aceh Singkil, dalam memberikan keadilan kepada korban dan keluarganya.

‎“Kami sangat menyayangkan hingga lebih dari satu tahun kasus pembunuhan yang begitu sadis ini belum juga menemukan titik terang. Seorang nenek ditemukan meninggal dunia dengan tangan dan kaki terikat serta mulut ditutup kain di rumahnya sendiri, namun sampai hari ini pelaku belum juga ditangkap. Ini menjadi pertanyaan besar bagi publik terkait kinerja Polres Aceh Singkil,” tegas Alfa Salam dalam keterangannya.

‎Ia menilai masyarakat berhak terlebih lagi pihak keluarga mendapatkan penjelasan terbuka terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut. Menurutnya, lambannya penanganan perkara dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

‎“Jangan sampai masyarakat menilai aparat tidak serius atau bahkan gagal dalam mengungkap kasus pembunuhan ini. Kepolisian harus hadir memberi rasa aman dan kepastian hukum kepada masyarakat,” lanjutnya.

‎Alfa Salam juga meminta polda Aceh untuk segera turun tangan dan melakukan evaluasi terhadap penanganan kasus oleh Satreskrim Polres Aceh Singkil.

‎“Kami mendesak polda Aceh agar tidak tinggal diam. Turunkan tim khusus jika perlu, evaluasi penyelidikan yang sudah berjalan lebih dari satu tahun ini, dan segera tuntaskan kasus pembunuhan nenek Sedah. Keadilan bagi korban dan keluarganya tidak boleh terus tertunda,” ujarnya.

‎Kasus pembunuhan tersebut sebelumnya sempat menghebohkan masyarakat Aceh Singkil karena korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumah dengan kondisi mengenaskan dan diduga kuat menjadi korban pembunuhan berencana. Meski polisi telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan melakukan otopsi terhadap korban, hingga kini belum ada penetapan tersangka maupun pengungkapan motif secara resmi kepada publik.

‎Mahasiswa dan masyarakat berharap aparat kepolisian dapat bekerja lebih profesional, transparan, dan maksimal agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.(SB)

Baca Juga:  Sekolah Negeri Terlihat Gelap, Warga Pertanyakan Pengelolaan Penerangan di SDN 06 Seneban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rekayasa Lalu Lintas bank bjb Bandoeng 10K 2026: Ini Jadwal Penutupan dan Rute Alternatifnya
Masyarakat Suhaid Menjerit, Sungai Diduga Tercemar PETI, Kini Air Bersih Terancam Diputus Akibat Tunggakan PDAM
Diduga Sering Berulah, Pengelola SPBU di Sanggau Dinilai Tak Hargai Masyarakat
Masyarakat Suhaid Menjerit: Sungai Tercemar Tambang Emas, Pasokan Air PDAM Terancam Diputus
Wujudkan Pelayanan Prima, Sat Lantas Polres Majalengka Berikan Layanan Pembuatan SIM yang Cepat dan Transparan
Ungkap 52 Kasus Kejahatan, Polres Metro Tangerang Kota Amankan 36 Tersangka dan Sita Berbagai Barang Bukti
Sidang Perdana Perkara David Digelar di PN Tanjung Karang, Kuasa Hukum Sebut Kasus Murni Perdata
‎Gerakan Kecil Dengan Harapan Besar Untuk Masyarakat Aceh Singkil
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:33 WIB

Rekayasa Lalu Lintas bank bjb Bandoeng 10K 2026: Ini Jadwal Penutupan dan Rute Alternatifnya

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:26 WIB

Masyarakat Suhaid Menjerit, Sungai Diduga Tercemar PETI, Kini Air Bersih Terancam Diputus Akibat Tunggakan PDAM

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:21 WIB

Diduga Sering Berulah, Pengelola SPBU di Sanggau Dinilai Tak Hargai Masyarakat

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:45 WIB

Masyarakat Suhaid Menjerit: Sungai Tercemar Tambang Emas, Pasokan Air PDAM Terancam Diputus

Kamis, 14 Mei 2026 - 01:36 WIB

Mahasiswa Soroti Kinerja Polres Aceh Singkil terkait kasus pembunuhan di tanah bara dan meminta polda Aceh untuk turun dan evaluasi polres aceh singkil

Berita Terbaru