Masyarakat Suhaid Menjerit, Sungai Diduga Tercemar PETI, Kini Air Bersih Terancam Diputus Akibat Tunggakan PDAM

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suhaid — KOMPAS1.id || Jeritan masyarakat Kecamatan Suhaid kian memuncak. Di tengah sulitnya warga mendapatkan sumber air bersih akibat kondisi sungai yang diduga tercemar aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), kini masyarakat kembali dihadapkan pada ancaman pemutusan aliran air bersih dari PDAM akibat tunggakan pembayaran yang disebut belum diselesaikan selama berbulan-bulan.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam di tengah warga. Mereka merasa hanya menjadi korban dari persoalan yang tidak pernah mereka ciptakan.

Sungai yang dahulu menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari—mulai dari mandi, mencuci, hingga kebutuhan rumah tangga—kini disebut sudah tidak lagi layak digunakan karena air berubah keruh dan diduga tercemar aktivitas tambang emas ilegal yang hingga kini masih terus berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam situasi tersebut, pasokan air bersih dari PDAM menjadi satu-satunya harapan masyarakat. Namun harapan itu kini berada di ujung ancaman.

Warga menyebut tunggakan pembayaran telah berlangsung kurang lebih empat bulan, sementara hingga saat ini belum terlihat adanya penyelesaian yang jelas dari pihak pengelola maupun pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Nama Henry beserta rekan-rekannya pun mulai menjadi sorotan masyarakat terkait pengelolaan distribusi air bersih di wilayah tersebut.

Warga mempertanyakan bentuk tanggung jawab pengelola ketika masyarakat terus dipaksa hidup dalam ketidakpastian atas kebutuhan dasar yang seharusnya dijamin.

Baca Juga:  Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H dari Redaksi dan Seluruh Tim Awak Media Kompas

Bagi masyarakat, persoalan ini bukan lagi sekadar tunggakan administrasi, melainkan sudah menyangkut hajat hidup orang banyak.

Jika aliran air bersih benar-benar diputus, dampaknya dinilai bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memicu persoalan kesehatan, kebersihan lingkungan, hingga keresahan sosial di tengah masyarakat.

Warga mengaku telah mendatangi kantor polisi setempat untuk meminta agar pihak-pihak terkait segera dipanggil dan dimintai penjelasan.

Namun hingga kini, masyarakat merasa belum ada langkah tegas maupun kepastian yang mampu meredam keresahan yang terus berkembang.

“Sungai sudah tercemar, sekarang air bersih mau diputus juga. Mau masyarakat mandi dan ambil air di mana lagi? Jangan sampai rakyat kecil terus dijadikan korban,” ungkap salah seorang warga dengan nada penuh kekecewaan.
Kini kemarahan masyarakat mulai meluas.

Warga berharap pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga pihak pengelola air bersih segera turun tangan sebelum persoalan ini memicu gejolak yang lebih besar.

Masyarakat menegaskan, air bersih bukan barang mewah, melainkan hak dasar yang wajib dijaga dan diprioritaskan demi keberlangsungan hidup masyarakat kecil.

 

Reporter: Didy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan
*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*
‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing
Si Pencinta Petualangan: Kisah di Balik Motor Trail
Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia
Sudah Saatnya Android Menaklukkan iPhone? Ini Fakta yang Perlu Dibahas
Pemkab Lampung Utara Matangkan Pertanggungjawaban APBD 2026,Perkuat Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah
‎Hampir Dua Tahun Pendopo Sekda Aceh Singkil Kosong, Masyarakat Pertanyakan Anggaran Miliaran Rupiah
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 03:21 WIB

Lokasi Koperasi Desa Merah Putih Gunung Masigit Dikritik, Camat Jelaskan Alasan

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:59 WIB

*Negara Kaya Sumber Daya Alam, Rakyat Justru Dibebani Pajak Semakin Berat — Ketua DPW IWOI JATENG Angkat Bicara*

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:23 WIB

‎365 Petani Aceh Singkil Ikuti Pelatihan SDMPKS 2026, Investasi SDM untuk Sawit yang Lebih Maju dan Berdaya Saing

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:07 WIB

Kecerdasan Buatan: Masa Depan Teknologi dan Inovasi Manusia

Selasa, 7 Juli 2026 - 01:02 WIB

Sudah Saatnya Android Menaklukkan iPhone? Ini Fakta yang Perlu Dibahas

Berita Terbaru

Politik

Rakerda Pelantikan DPC dan Relawan DPD PAN Kabupaten Bandung

Selasa, 7 Jul 2026 - 04:22 WIB