Pelajar Way Bungur Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Bupati Lampung Timur Dorong Pembangunan Jembatan Merah Putih

- Penulis

Senin, 2 Februari 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kompas1.id || Viralnya rekaman video yang memperlihatkan pelajar dan warga menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, memicu perhatian luas publik. Kondisi tersebut langsung mendapat respons serius dari Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.

Ela menegaskan, aktivitas penyeberangan sungai menggunakan perahu kecil sangat berisiko, terlebih bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai demi mengenyam pendidikan. Menurutnya, situasi ini bukan persoalan baru dan telah berulang kali menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Ini masalah lama yang sudah kami tinjau berkali-kali. Keselamatan masyarakat, khususnya pelajar, tidak boleh terus dipertaruhkan,” ujar Ela.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menjelaskan, pemerintah daerah sejak lama telah merencanakan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut dengan panjang sekitar 100 meter. Namun, keterbatasan kapasitas keuangan daerah membuat Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum mampu merealisasikannya secara mandiri.Upaya pun dilakukan dengan mengajukan proposal pembangunan jembatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk lewat skema bantuan presiden. Sayangnya, hingga kini usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran nasional.

Seiring meningkatnya sorotan publik, sejumlah instansi lintas sektor mulai turun tangan. Jajaran TNI dari Kodim dan Kodam, bersama Kementerian Pekerjaan Umum, telah meninjau langsung kondisi penyeberangan sungai yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengusulkan pembangunan jembatan gantung sementara yang diberi nama Jembatan Merah Putih. Jembatan ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat agar warga dan pelajar tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang rawan kecelakaan.

Baca Juga:  Gerakan Pangan Murah Hadir di Serdang Kuring, Ringankan Beban Warga Sambut Ramadan

Pembangunan Jembatan Merah Putih direncanakan akan dibiayai oleh pemerintah pusat dan ditargetkan mulai dikerjakan pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga dijadwalkan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal.

Sementara itu, pembangunan jembatan permanen diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur baru mampu menyediakan dana sebesar Rp18,99 miliar, sehingga dukungan penuh dari pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan.

Ela menambahkan, penanganan kawasan tersebut tidak hanya fokus pada pembangunan jembatan. Perbaikan dan penguatan tanggul sungai juga menjadi prioritas penting, mengingat kondisi tanggul yang pendek dan rapuh kerap memicu banjir di wilayah Way Bungur dan Purbolinggo saat curah hujan tinggi.

Oleh karena itu, rencana pembangunan jembatan permanen ke depan akan didahului dengan kajian teknis menyeluruh melalui feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) guna memastikan konstruksi yang aman, kokoh, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap, kehadiran Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi masyarakat, sekaligus membuka jalan menuju penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara terpadu di wilayah tersebut.(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel kompas1.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Oknum LSM atau Wartawan Minta Uang Rp3 Juta, Masyarakat Desa Guradog Masih Menanti Kejelasan
‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar
Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan
*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*
‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil
Penambalan Jalan Desa Sendiri Oleh Warga, Bantuan Desa Belum Tercapai
Di Mana Nurani Bertetangga? Jalan Ancol Timur XIII Menyempit, Pipa WC Malah Ditutup Pot Tanaman
Sorotan Warga: Ego Sektoral di Jalan Ancol Timur XIII, Fasilitas Publik Malah Jadi Tameng Limbah Domestik
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:44 WIB

Diduga Oknum LSM atau Wartawan Minta Uang Rp3 Juta, Masyarakat Desa Guradog Masih Menanti Kejelasan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:31 WIB

‎Siang Berubah Kelam: Kebakaran Melanda Kawasan Rimo, Sejumlah Rumah Hangus Terbakar

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:13 WIB

Jembatan Perintis Garuda Hampir Rampung, Gotong Royong TNI dan Warga Wujudkan Akses yang Lama Dinantikan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:11 WIB

*BUPATI KENDAL HADIRI KHAUL PANGERAN SAMBONG & MERTI DESA SAMBONGSARI DI HUTAN LINDUNG MAHONI*

Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:28 WIB

‎Publik Desak Tim Pansus DPRK Aceh Singkil Transparan, Kunjungan ke Sejumlah PT Harus Berbuah Hasil

Berita Terbaru