Pelajar Way Bungur Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai, Bupati Lampung Timur Dorong Pembangunan Jembatan Merah Putih

Berita, Daerah511 Dilihat

Kompas1.id || Viralnya rekaman video yang memperlihatkan pelajar dan warga menyeberangi sungai menggunakan perahu kecil di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, memicu perhatian luas publik. Kondisi tersebut langsung mendapat respons serius dari Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.

Ela menegaskan, aktivitas penyeberangan sungai menggunakan perahu kecil sangat berisiko, terlebih bagi anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai demi mengenyam pendidikan. Menurutnya, situasi ini bukan persoalan baru dan telah berulang kali menjadi perhatian pemerintah daerah.

banner 336x280

“Ini masalah lama yang sudah kami tinjau berkali-kali. Keselamatan masyarakat, khususnya pelajar, tidak boleh terus dipertaruhkan,” ujar Ela.

Bupati menjelaskan, pemerintah daerah sejak lama telah merencanakan pembangunan jembatan permanen di lokasi tersebut dengan panjang sekitar 100 meter. Namun, keterbatasan kapasitas keuangan daerah membuat Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum mampu merealisasikannya secara mandiri.Upaya pun dilakukan dengan mengajukan proposal pembangunan jembatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk lewat skema bantuan presiden. Sayangnya, hingga kini usulan tersebut belum dapat direalisasikan karena keterbatasan anggaran nasional.

Seiring meningkatnya sorotan publik, sejumlah instansi lintas sektor mulai turun tangan. Jajaran TNI dari Kodim dan Kodam, bersama Kementerian Pekerjaan Umum, telah meninjau langsung kondisi penyeberangan sungai yang selama ini menjadi satu-satunya akses warga.

Sebagai langkah darurat, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengusulkan pembangunan jembatan gantung sementara yang diberi nama Jembatan Merah Putih. Jembatan ini diharapkan dapat menjadi solusi cepat agar warga dan pelajar tidak lagi bergantung pada perahu kecil yang rawan kecelakaan.

Pembangunan Jembatan Merah Putih direncanakan akan dibiayai oleh pemerintah pusat dan ditargetkan mulai dikerjakan pada triwulan pertama atau kedua tahun 2026. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) juga dijadwalkan segera turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran teknis sebagai tahap awal.

Sementara itu, pembangunan jembatan permanen diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp70 miliar. Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur baru mampu menyediakan dana sebesar Rp18,99 miliar, sehingga dukungan penuh dari pemerintah pusat masih sangat dibutuhkan.

Ela menambahkan, penanganan kawasan tersebut tidak hanya fokus pada pembangunan jembatan. Perbaikan dan penguatan tanggul sungai juga menjadi prioritas penting, mengingat kondisi tanggul yang pendek dan rapuh kerap memicu banjir di wilayah Way Bungur dan Purbolinggo saat curah hujan tinggi.

Oleh karena itu, rencana pembangunan jembatan permanen ke depan akan didahului dengan kajian teknis menyeluruh melalui feasibility study (FS) dan detailed engineering design (DED) guna memastikan konstruksi yang aman, kokoh, dan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berharap, kehadiran Jembatan Merah Putih dapat menjadi solusi sementara yang aman bagi masyarakat, sekaligus membuka jalan menuju penanganan infrastruktur dan pengendalian banjir secara terpadu di wilayah tersebut.(Red)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *